Minggu, 13 Maret 2011 0 komentar

Tentang Hujan dan Dirimu

 Hmm.. Pagi yang cerah.
Sepertinya hari ini tak akan hujan. Sesekali kulihat langit tak ada awan hitam yang menggumpal. Hangat mentari menerpa tubuhku pagi ini. Mungkin banyak orang yang berpikiran inilah saat yang tepat untuk menghabiskan seluruh pakaian kotor yang menumpuk bak gunung itu. Ya.. pagi ini memang cerah.

Mengapa hujan? Mengapa hujan slalu kurindukan? Hujan yang selalu memberikan kesegaran pada tumbuhan yang sedang kering. Hujan yang terkadang memberikan pelangi setelahnya. Hujan yang sesekali membuat jalan-jalan tergenang bahkan sampai hujan yang terkadang membuat jemuran yang sudah hampir kering kembali basah.
0 komentar

Hanya Ingin Melihatnya Tersenyum...

Mendung di sore itu.. ketika kemudian aku menyusuri jalan beraspal. Sedikit kulihat langit yang semakin menghitam sebagai pertanda sebentar lagi akan turun hujan. Resah yang kurasakan melihat seorang anak laki-laki yang dari tadi kuperhatikan terus-terusan memencet tombol Hpnya. Mungkin ia sedang menunggu seseorang. Tak berapa lama kemudian kulihat ia tersenyum ke arah belakangku.. ternyata ada seorang anak perempuan berkerudung merah dengan pakaian merah bergaris hitam tersenyum padanya. Kupikir dialah yang sedari tadi ia tunggu dengan gelisah. Dan benar saja, sesaat kemudian anak perempuan itu menghampirinya.

“Gimana?? Dah siap berangkat?” Anak laki-laki itu membuka percakapan. Namun hanya dibalas dengan anggukan dan senyuman dari anak perempuan berkerudung merah tadi.
Mereka kemudian duduk di atas pundakku dan membawaku menyusuri jalan beraspal menuju suatu tempat yang telah mereka sepakati. Kurasa waktu sangat berjalan lambat saat itu, entah karena memang aku yang lambat atau tidak. Di atasku mereka berbincang tentang masalah kampus, tentang nilai, mata kuliah, dan banyak lagi sampai kurasa setitik demi setitik air membasahiku. Ternyata langit telah menumpahkan airnya sedikit demi sedikit. Kudengar anak perempuan tadi berkata “Kak, cepatki.. hujan..”. Tapi kulihat anak laki-laki itu seakan menikmati turunnya hujan yang lama kelamaan butirannya menjadi semakin besar. Mungkin ia mempunyai perasaan yang ‘spesial’ terhadap anak perempuan ini.
 
;