Kamis, 21 Februari 2013 0 komentar

Selepas hujan sore itu...

Oke, seminggu telah berlalu dari hari sidang komisi proposalku yang memberiku pelajaran yang amat berharga. Sejenak lupakan dulu masalah tentang skripsi itu. Karena, saat ini aku ingin bercerita lagi tentangmu. Ya, kamu. Bukan yang lain. Aku yakin kamu tahu jika yang kumaksud adalah dirimu. Haha... (mulai gila lagi saya...).

Kemarin... (maksud saya kemarinnya lagi... lagi-lagi kemarin, kenapa gak ditulis memang sih kemarin?)
Aku berjalan kaki ke kampus, entah untuk yang keberapa kalinya. Tapi itu tak penting, aku menikmatinya. Berjalan kaki ke kampus yang entah jaraknya berapa tapi hanya membutuhkan waktu tempuh 30 menit jikalau hujan dan 20 menit kalau tak hujan.

Nah untuk yang pertama kalinya aku ke kampus dengan memakai payung besar berwarna pelangi (jadi ingat puisi waktu SD, walau hujan.. aku tetap pergi ke sekolah.. haha...).
Diperjalanan menuju kampus terdapatlah pelajaran yang berharga yang kudapatkan (kok jadi kayak nge-dongeng ya.. tapi.. sudahlah...). Maksud diriku seperti ini, yah dalam perjalanan sambil jalan kaki itu aku tersadar akan beberapa hal, seperti mulai menghormati hak pejalan kaki di kala hujan. Bayangkan jikalau kita naik motor terus ada air yang tergenang di pinggir jalan kemudian kita melaju kencang di atas air itu dan di saat bersamaan ada seorang pejalan kaki disitu... huh, yakin deh, pasti bakalan disumpahin yang jelek-jelek. Tapi, kemarin aku tak melakukannya, selain karena memang beruntung tak ada air yang menyiprat padaku. Hanya hampir saja. Sudahlah, tak penting membahas perjalananku. Dirimu masih lebih penting untuk kuceritakan sebelum aku tidur malam ini. 
Kamis, 14 Februari 2013 0 komentar

Mengejar Wisuda (7) - Step 1 : Done

Finally, it's done di 13 Februari 2013. Yah, langkah pertamaku menuju akhir studi S1 selesai kemarin. Seminar proposal akhirnya kulalui juga. Banyak cerita kemarin, dan banyak pula pelajaran yang bisa kupetik. Semoga hidupku bisa lebih bermakna lagi dengan memperoleh banyaknya pembelajaran di setiap hariku.

Menunggu, lelah, perjuangan, hujan, coretan, perbaikan, tantangan, bahkan sampai dumba' pun jadi pelajaran yang begitu berharga bagiku kemarin. Bahkan sampai saat menuliskan ini pun, jantungku masih berdegup kencang. Mungkin masih terbawa suasana kemarin.

Seperti inilah ceritanya...
Kamis, 07 Februari 2013 0 komentar

Kamu, selalu mengantarkan hujan

Seperti mimpi. Selalu saja begitu.
Tanpa ada angin apapun atau apalah yang sejenisnya. Kamu seolah tercipta untuk menyempurnakan hariku.
Pagi tadi aku menanti hujan. Menanti kamu datang mengantarkannya tapi hingga jelang siang tak ada pertanda apapun bahwa hujan yang kunanti akan datang.

Yah, selalu mengejutkanku. Mendiamkanku. Atau mungkin menggilakan hariku. Kamu.
Tahukah apa yang berarti untukku? Ya, hanya itu. Bisa melihatmu lagi hari ini. Bertemu pandang denganmu dalam detik yang ingin kuhentikan. Dalam detik yang ingin kulambatkan. Dan, dalam detik yang tak terdefinisikan. Inginku mendengar suaramu, tapi jika pun itu tak memungkinkan, melihatmu saja itu sudah lebih dari cukup. Seolah mendapatkan keajaiban hari ini.

Sungguh, hanya kamu yang mampu mengalihkan perhatianku di tengah sibuknya hariku. Ya, kamu. Masih kamu. Bukan yang lain. Semoga besok masih bisa melihatmu. Memberikan kesejukan hujan lagi.

#lebih dekat denganmu, itu inginku.
Rabu, 06 Februari 2013 0 komentar

Ini pagiku

Sepertinya ini bukan pagi...
Mungkin masih mimpi...
Pagiku tak pernah seperti ini sebelumnya
Tapi, ketika kubuka pintu...
Terasa hangat mentari pagi menerpaku...
Ini bukan mimpi...
Yah, kau ada di pagiku
Mencerahkan seperti mentari
Bahkan, mentari pun iri padamu

#untukmu, terima kasih untuk pagi ini...
Jumat, 01 Februari 2013 0 komentar

Mengejar Wisuda (6) - Amazing Day

Februari telah tiba, dan aku menghela napas panjang pagi tadi. Januari telah berakhir ternyata. Banyak hal yang terlewatkan di bulan kemarin. Tapi, tak apalah. Tak ada yang perlu disesali. Hariku sepertinya akan panjang. Pikirku pagi tadi. Jumat, tertanggal 1 Februari 2013. Masih kutatap lekat kalenderku. Dan ada beberapa bayangan nyata yang melintasi pikiranku. Yang paling jelas adalah proposal skripsiku. Tentunya. Sudah 3 hari kemarin aku tak ke kampus. Karena sedang berbenah, pindah kost lebih tepatnya. Meski sampai hari ini, kostku yang baru pun masih berantakan. Seolah habis diamuk puting beliung. Oke, sejenak kembali ke persoalan skripsi itu.

Bukannya pesimis, tapi hanya mencoba bersikap realistis saja. Kemungkinan untuk wisuda bulan April tahun ini sepertinya tinggal sepuluh persen saja. Sampai pagi tadi, sebelum ke kampus belum ada tanda-tanda proposal skripsiku akan ACC. Tapi, entah apa yang mendorongku sehingga aku berangkat kampus lebih cepat dari biasanya pagi tadi. Sesampai di kampus, seolah tak ada kehidupan disana. Kulihat sekeliling, dosen pun tak ada. Hanya ada beberapa mahasiswa saja yang bisa kutebak adalah mahasiswa tingkat akhir. Karena sekarang sedang masa libur semester.

Aku menunggu sejak jam 8 lewat pagi tadi. Sampai jelang jam 11 ketika ada beberapa orang yang mengatakan padaku kalau pembimbing I-ku tak ke kampus hari ini. Pasrah. Tentu saja. Lagi, kutarik napas panjang. Mungkin memang belum saatnya. Seketika aku ingin pulang ke kost saja melanjutkan pekerjaanku berbenah di tempatku yang baru seandainya tak ingat kalau hari ini hari Jumat. Yah, aku memutuskan untuk ke mesjid kampus jelang jam 12 untuk shalat Jumat. Dan setelah shalat Jumat, aku ingin langsung pulang.
 
;