Jumat, 01 Februari 2013

Mengejar Wisuda (6) - Amazing Day

Februari telah tiba, dan aku menghela napas panjang pagi tadi. Januari telah berakhir ternyata. Banyak hal yang terlewatkan di bulan kemarin. Tapi, tak apalah. Tak ada yang perlu disesali. Hariku sepertinya akan panjang. Pikirku pagi tadi. Jumat, tertanggal 1 Februari 2013. Masih kutatap lekat kalenderku. Dan ada beberapa bayangan nyata yang melintasi pikiranku. Yang paling jelas adalah proposal skripsiku. Tentunya. Sudah 3 hari kemarin aku tak ke kampus. Karena sedang berbenah, pindah kost lebih tepatnya. Meski sampai hari ini, kostku yang baru pun masih berantakan. Seolah habis diamuk puting beliung. Oke, sejenak kembali ke persoalan skripsi itu.

Bukannya pesimis, tapi hanya mencoba bersikap realistis saja. Kemungkinan untuk wisuda bulan April tahun ini sepertinya tinggal sepuluh persen saja. Sampai pagi tadi, sebelum ke kampus belum ada tanda-tanda proposal skripsiku akan ACC. Tapi, entah apa yang mendorongku sehingga aku berangkat kampus lebih cepat dari biasanya pagi tadi. Sesampai di kampus, seolah tak ada kehidupan disana. Kulihat sekeliling, dosen pun tak ada. Hanya ada beberapa mahasiswa saja yang bisa kutebak adalah mahasiswa tingkat akhir. Karena sekarang sedang masa libur semester.

Aku menunggu sejak jam 8 lewat pagi tadi. Sampai jelang jam 11 ketika ada beberapa orang yang mengatakan padaku kalau pembimbing I-ku tak ke kampus hari ini. Pasrah. Tentu saja. Lagi, kutarik napas panjang. Mungkin memang belum saatnya. Seketika aku ingin pulang ke kost saja melanjutkan pekerjaanku berbenah di tempatku yang baru seandainya tak ingat kalau hari ini hari Jumat. Yah, aku memutuskan untuk ke mesjid kampus jelang jam 12 untuk shalat Jumat. Dan setelah shalat Jumat, aku ingin langsung pulang.


"impo: ibu prof ada" 
Sebuah pesan singkat masuk ke HP-ku ketika khutbah Jumat sedang berlangsung. Tapi, itu kubaca setelah shalat Jumat. Pesan singkat dari salah seorang seniorku di kampus. Akhirnya, rencana balik ke kost lebih awal kubatalkan dan segera menuju ruangan pembimbingku sehabis shalat Jumat. Dan lagi, keringat dinginku mengucur, entah apa sebabnya. Mungkin tubuhku sedang memproduksi hormon adrenalin yang berlebihan. Padahal ini bukan kali pertama aku konsultasi.

Nah, ini saat yang mendebarkan. Ketika aku duduk di hadapan pembimbingku dan menyodorkan proposal skripsiku yang sudah direvisi. Tak kusangka ketika proposalku tak dibuka sedikitpun dan tiba-tiba beliau menanyakan lembar pengesahan proposalku yang belum kusiapkan. Aku terdiam beberapa detik. Masih seolah tak percaya dengan apa yang barusan kudengar di telingaku. Acc?. Pikirku. Masih mencoba menapak bumi. Karena belum kusiapkan, beliau memintaku untuk segera membuatnya dan bersedia menungguku hingga jam 2 siang tadi. Dan, tanpa pikir panjang aku pun segera meluncur ke kost untuk nge-print lembar pengesahanku. Lima lembar selesai kucetak dan aku pun kembali ke kampus. Masih seolah tak percaya. Tentu saja.

Ketika tiba di depan ruangannya. Aku melihat ada seorang mahasiswa yang sedang konsultasi. Dan, aku pun harus menunggunya. Lumayanlah beberapa menit untuk menormalkan napasku yang masih tersengal. Setelah mahasiswa itu konsultasi tibalah giliranku. Seperti yang kutebak, lembar pengesahan itu pun ditanda tangani. Aku pun pamit. Selanjutnya aku pun menuju pembimbing II-ku yang kebetulan hari ini juga tak banyak 'pasien'. Masih sama, aku tak berharap banyak kalau proposalku akan ditanda tangani. Tapi, itulah yang terjadi. Proposal skripsiku pun mendapat persetujuannya. Aku kemudian beranjak mencari ketua prodiku untuk mendapatkan tanda tangan di lembar pengesahanku sekaligus meminta pembahas untuk seminarku nantinya. Dan, akhirnya aku pun mendapatkannya. Selesai dalam waktu kurang dari 2 jam. Tentu saja itu masih belum bisa diterima oleh akalku. Masih tak percaya.
 
Oia, bukannya lupa, karena aku tak mungkin melupakan tentangmu hari ini. Yah, kamu. Masih kamu. Di jeda antara tanda tangan pembimbing I dan II ku, aku kembali melihatmu hari ini. Mungkin lebih tepatnya jika kusebut menemukanmu. Setelah beberapa hari tak melihat senyum manis itu. Masih sama, senyummu masih mampu menaklukkanku di detik-detik yang tak terdefenisikan itu. Ah, kamu. Salah satu keajaiban yang kuperoleh hari ini. Melengkapi ajaibnya hari ini. Sempurna. Amazing Day.

#Tentang hari ini yang penuh keajaiban
#Tentangmu yang tak pernah usai
#Dan terakhir, hari ini aku sadar bahwa tak ada sesuatu yang tak mungkin. Dan juga, doa yang akan mendukung setiap langkah dan usaha yang kita lakukan.

*Sampai malam ini, ketika aku menuliskan ini. Pikiranku masih seolah tak percaya dengan apa yang terjadi hari ini.

*tambahan: Aku pulang ke kost sekitar jam 4 lewat. Dan tahukah kalian? Aku baru menyadari jika tak sedikitpun makanan yang masuk ke perutku sejak pagi tadi. Tiba-tiba pusing setibanya di kost. Tepar.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;