Aku lelah, terkadang ingin lari dari sini, dari tempatku berpijak. Semuanya nampak gelap kulihat di langit malam. Tak ada bintang. Bahkan satu pun. Mungkin mendung menutupinya.
Hujan tak lagi datang beberapa hari terakhir. Hanya mendung yang menggantung rendah di langit siang maupun malamku. Mungkin sudah saatnya aku beranjak dari hujan yang pernah menenangkanku. Hujan yang selalu mendengarkanku. Dan hujan yang selalu membasahi jiwaku ketika kering kerontang.
Hei!! kamu. Iya, kamu. Bagaimana keadaanmu sekarang? Lama juga ya tak mendengar kabarmu. Mungkin lebih tepatnya lama tak mendengar suaramu. Aku masih rindu ternyata. Meski telah tiga bulan lebih berlalu tanpa wujud maupun suaramu. Rindu ini ternyata tak lagi begitu menyiksa. Aku bahkan merasa bahagia. Bahagia karena pernah mengenalmu.
Aku tak pernah tahu, apa kamu pernah bertanya tentang keadaanku, atau apa lah yang menyangkut diriku. Sesekali harap itu muncul, berharap kamu akan bertanya, entah pada siapa dan meski aku tak tahu. Tak ada salahnya 'kan berharap seperti itu? Lagi pula hanya sesekali. Tidak berkali-kali.
Langganan:
Postingan (Atom)

- Follow Me on Twitter!
- "Join Me on Facebook!
- RSS
Contact