November was gone and December has come
yah, bulan lalu ada yang menyambut bulan november dengan sebutan November Rain karena november diwarnai dengan intensitas hujan yang cukup tinggi, setelah november berlalu Desember pun datang dan banyak yang menyambut dengan mengatakan lovely December, mungkin harapan mereka mendapat keceriaan yang banyak di awal bulan yang merupakan akhir tahun ini. Biasanya banyak promo diskon, mungkin itu yang membuat mereka bahagia, tapi selain itu aku tak tahu. Bagiku semua sama saja. Resolusi tahun ini sepertinya belum tercapai. Aku harus kembali menyusun rencana untuk tahun depan dan harus lebih mendetail agar lebih teratur dalam mewujudkannya.
Pergantian bulan menyadarkanku akan hal-hal yang seharusnya kulakukan. Terlalu banyak rencana sebanding dengan terlalu banyaknya penundaan membuat semuanya menjadi lebih rumit dan harus kuurai lagi satu-persatu. Menentukan skala prioritas terkadang hanya sebatas teori yang ternyata sulit untuk diaplikasikan. Memulai sesuatu itu ternyata sulit, tapi lebih sulit untuk melanjutkan apa yang telah dimulai ketika telah ditunda dengan alasan-alasan yang dibuat-buat. Inkonsisten.
Awal bulan ini, kucoba lagi menentukan skala prioritas dan apa yang harus kulakukan. Semuanya penting, tapi aku harus memilih mana yang lebih penting. Penting untukku disamping aku tak ingin mengesampingkan yang lain. Masih banyak hal yang ingin dan harus kulakukan. Untukku, untukmu dan untuk mereka semua.
Dan aku menyebutnya Resolusi Desember
Aku tak ingin jika ini hanya menjadi harapan, tapi aku ingin ini lebih dari sekedar harap. Harus menjadi lebih baik setiap harinya, yakin dan berjuang lebih dari pada kadarnya. Aku harus belajar dan terbiasa berada dalam tekanan agar aku bisa mengerti cara bertahan hidup dan tak tak ada sesuatu yang bisa di dapat dengan mudah, seperti semua orang yang berjuang untuk hidupnya setiap hari. Aku tak akan lagi berkata semoga, tapi aku akan berkata harus. Meski ada sesuatu yang diluar kendali kita. Bulan ini harus lebih baik dari sebelumnya.
#Spirit for Resolusi Desember
Minggu kemarin, 18-11-12, saya dan beberapa teman ikut acara Indonesia Mengoper Bola yang diadakan di Makassar, tepatnya di lapangan Karebosi. Nah, dari sini, ada-ada saja cerita yang terukir. Mulai saat pembelian tiket sampai hari H acara ini. Tapi, yang paling seru tentu pada saat acara ini berlangsung.
Tiket sudah ada di tangan masing-masing, kami berangkat menuju lapangan Karebosi sekitar pukul 06.15, padahal di tiket tercantum acaranya pukul 06.00 dan jarak yang kami tempuh entah berapa kilometer tapi kalau hitungan waktu, ya sekitaran 20 menit lah. Jadi, tiba di TKP sekitar pukul 06.30 lewat berapa.
Pesertanya ternyata sudah sangat banyak, tapi tetap saja acara belum dimulai. Nah, setelah beberapa saat akhirnya panitia pun mengumumkan untuk segera memulai acara, kemudian menjelaskan rute yang akan dilalui peserta. Setelah itu, dengan didahului oleh Marching Band ato apalah namanya itu, peserta pun bergerak mengikuti rute yang telah ditentukan.
Minjam istilah reporter tivi kalau lagi siaran, disini digambarkan peserta yang jumlahnya lebih dari 10 ribuan bergerak dengan lambat, istilah reporter "padat merayap". Peserta pun perlahan keluar dari lapangan menuju jalan yang telah ditentukan. Dan disinilah lelucon dan tingkah aneh teman-temanku mulai keluar lagi.
"Ayo.. ayo... bolanya di oper" teriak salah satu temanku melihat semua peserta hanya memegang bolanya masing-masing padahal ini acara 'Indonesia Mengoper Bola' bukan acara 'Indonesia Memegang Bola'.
Dalam melewati rute pun banyak peserta yang tidak melewati rute yang seharusnya melainkan mengambil jalan memotong. Dan parahnya, kami pun ikut. Suatu bentuk ketidakjujuran. Hingga akhirnya tiba di tempat pengumpulan potongan tiket untuk diundi pada akhir acara.
Tiket sudah ada di tangan masing-masing, kami berangkat menuju lapangan Karebosi sekitar pukul 06.15, padahal di tiket tercantum acaranya pukul 06.00 dan jarak yang kami tempuh entah berapa kilometer tapi kalau hitungan waktu, ya sekitaran 20 menit lah. Jadi, tiba di TKP sekitar pukul 06.30 lewat berapa.
Pesertanya ternyata sudah sangat banyak, tapi tetap saja acara belum dimulai. Nah, setelah beberapa saat akhirnya panitia pun mengumumkan untuk segera memulai acara, kemudian menjelaskan rute yang akan dilalui peserta. Setelah itu, dengan didahului oleh Marching Band ato apalah namanya itu, peserta pun bergerak mengikuti rute yang telah ditentukan.
Minjam istilah reporter tivi kalau lagi siaran, disini digambarkan peserta yang jumlahnya lebih dari 10 ribuan bergerak dengan lambat, istilah reporter "padat merayap". Peserta pun perlahan keluar dari lapangan menuju jalan yang telah ditentukan. Dan disinilah lelucon dan tingkah aneh teman-temanku mulai keluar lagi.
"Ayo.. ayo... bolanya di oper" teriak salah satu temanku melihat semua peserta hanya memegang bolanya masing-masing padahal ini acara 'Indonesia Mengoper Bola' bukan acara 'Indonesia Memegang Bola'.
Dalam melewati rute pun banyak peserta yang tidak melewati rute yang seharusnya melainkan mengambil jalan memotong. Dan parahnya, kami pun ikut. Suatu bentuk ketidakjujuran. Hingga akhirnya tiba di tempat pengumpulan potongan tiket untuk diundi pada akhir acara.
"Kamu lupa ya?" tanyamu padaku.
"Apa? aku tidak ingat"
"iya... kamu itu suka bawa beginian di tasmu dulu, ngemil Gery Pasta, paling sedikit sepuluh biji"
"Owh... iya ya? Coba sini satu"
Aku pun mengambil satu, dan memakannya. Mmm, rasanya memang enak,coklat pasta itu pun membawa potongan cerita baru yang sebenarnya pernah terjadi di hidupku. Di samping Rara, aku terus bertanya tentang hal-hal yang dulu sering kulakukan. Dan dia pun dengan sabar menceritakan tentang diriku sebelum kecelakaan itu.
"Perhatikan ya, itu namanya Nabila, Fira, Ilham, dan yang itu Ditha" sambil tersenyum Rara menyebut nama yang terakhir. Aneh, tapi tak terlalu kugubris.
"Nabila, Fira, Ilham, Ditha" kataku mencoba mengingat nama-nama tadi.
"Kamu juga tidak ingat sama Ditha?" tanya Rara padaku.
"Tidak" jawabku singkat.
"Sama sekali?" Rara memastikan.
"Iya... memang ada apa dengan Ditha?"
"Haha... tidak, nanti saya ceritakan diwaktu yang lain" jawab Rara sembari tersenyum kecil.
"Oia, sepertinya sekarang waktu untuk kuliah Morfologi Tumbuhan, yuk..." Rara memutus pembicaraan.
Aku dan Rara pun beranjak dari depan laboratorium menuju ruang kelas sore itu. Dua hari ini, aku terus menguntit Rara tapi bukan dalam hal buruk. Hanya karena Rara terus memberi tahu tentang diriku yang belum aku ketahui. Apa kalian tahu sesuatu tentangku? Ah, sudahlah aku sendiri tidak tahu, apalagi kalian.
#amnesia
"Apa? aku tidak ingat"
"iya... kamu itu suka bawa beginian di tasmu dulu, ngemil Gery Pasta, paling sedikit sepuluh biji"
"Owh... iya ya? Coba sini satu"
Aku pun mengambil satu, dan memakannya. Mmm, rasanya memang enak,coklat pasta itu pun membawa potongan cerita baru yang sebenarnya pernah terjadi di hidupku. Di samping Rara, aku terus bertanya tentang hal-hal yang dulu sering kulakukan. Dan dia pun dengan sabar menceritakan tentang diriku sebelum kecelakaan itu.
"Perhatikan ya, itu namanya Nabila, Fira, Ilham, dan yang itu Ditha" sambil tersenyum Rara menyebut nama yang terakhir. Aneh, tapi tak terlalu kugubris.
"Nabila, Fira, Ilham, Ditha" kataku mencoba mengingat nama-nama tadi.
"Kamu juga tidak ingat sama Ditha?" tanya Rara padaku.
"Tidak" jawabku singkat.
"Sama sekali?" Rara memastikan.
"Iya... memang ada apa dengan Ditha?"
"Haha... tidak, nanti saya ceritakan diwaktu yang lain" jawab Rara sembari tersenyum kecil.
"Oia, sepertinya sekarang waktu untuk kuliah Morfologi Tumbuhan, yuk..." Rara memutus pembicaraan.
Aku dan Rara pun beranjak dari depan laboratorium menuju ruang kelas sore itu. Dua hari ini, aku terus menguntit Rara tapi bukan dalam hal buruk. Hanya karena Rara terus memberi tahu tentang diriku yang belum aku ketahui. Apa kalian tahu sesuatu tentangku? Ah, sudahlah aku sendiri tidak tahu, apalagi kalian.
#amnesia
Beberapa hari terakhir, terjadi pemadaman bergilir di hampir 70% wilayah sulselbar karena terbakarnya PLTD yang ada di Makassar.
Hal ini menyebabkan banyaknya warga yang marah-marah, mengomel karena pemadaman listrik yang berdurasi sekitar 2 jam di beberapa wilayah tertentu.
Hujatan pun mengalir deras di facebook, twitter, oleh para penggunanya masing-masing. Dan kebanyakan yang mengomel adalah mahasiswa karena tugas kuliahnya menjadi terbengkalai. Dalam sudut pandang saya, sebagai mahasiswa, kita tidak perlu mengomel, menghujat bahkan sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh mahasiswa sebagai kaum intelek. Karena mereka harusnya bisa berpikir bahwa memperbaiki yang terbakar itu membutuhkan waktu yang tidak singkat dan tidak hanya dengan simsalabim.
Mungkin karena banyaknya protes dari berbagai kalangan, akhirnya dari pihak PLN pun mengeluarkan pengumuman seperti ini:
Hal ini menyebabkan banyaknya warga yang marah-marah, mengomel karena pemadaman listrik yang berdurasi sekitar 2 jam di beberapa wilayah tertentu.
Hujatan pun mengalir deras di facebook, twitter, oleh para penggunanya masing-masing. Dan kebanyakan yang mengomel adalah mahasiswa karena tugas kuliahnya menjadi terbengkalai. Dalam sudut pandang saya, sebagai mahasiswa, kita tidak perlu mengomel, menghujat bahkan sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh mahasiswa sebagai kaum intelek. Karena mereka harusnya bisa berpikir bahwa memperbaiki yang terbakar itu membutuhkan waktu yang tidak singkat dan tidak hanya dengan simsalabim.
Mungkin karena banyaknya protes dari berbagai kalangan, akhirnya dari pihak PLN pun mengeluarkan pengumuman seperti ini:
"Mulai hari ini, pemadaman listrik secara bergilir sudah ditiadakan, dan digantikan dengan penyalaan listrik secara bergilir. Terima kasih"
November rain...
sepertinya itu tema hari ini...
yah.. hujan mengisi hari pertama di bulan November ini
kurasa hujan yang sama dengan setahun yang lalu...
lebih tepatnya setahun kurang seminggu...
ketika ada kesepakatan tak tertulis, antara hatiku dan hatimu...
yah... aku menginginkannya,,,
karena sekarang aku butuh kamu disini, di sisiku
saat kakiku mulai keropos menopang semangatku,,,
ketika aku berada di titik nadir...
aku merindukanmu,,,
masih...
di sini...
sebenarnya aku ingin sejenak duduk di sampingmu...
dan bersandar di bahumu... melepas sejenak bebanku
saat aku mulai lelah berjalan menggapai mimpiku
aku tak hanya sekadar ingin duduk di sampingmu...
tapi aku ingin, kau mendampingiku
mengejar dan menggapai mimpiku, mimpimu, mimpi kita...
#terdiam dan terus mengetuk bibirku dengan jari
sepertinya itu tema hari ini...
yah.. hujan mengisi hari pertama di bulan November ini
kurasa hujan yang sama dengan setahun yang lalu...
lebih tepatnya setahun kurang seminggu...
ketika ada kesepakatan tak tertulis, antara hatiku dan hatimu...
yah... aku menginginkannya,,,
karena sekarang aku butuh kamu disini, di sisiku
saat kakiku mulai keropos menopang semangatku,,,
ketika aku berada di titik nadir...
aku merindukanmu,,,
masih...
di sini...
sebenarnya aku ingin sejenak duduk di sampingmu...
dan bersandar di bahumu... melepas sejenak bebanku
saat aku mulai lelah berjalan menggapai mimpiku
aku tak hanya sekadar ingin duduk di sampingmu...
tapi aku ingin, kau mendampingiku
mengejar dan menggapai mimpiku, mimpimu, mimpi kita...
#terdiam dan terus mengetuk bibirku dengan jari
kenapa?
aku harus bilang wow gitu?
kata-kata ini mulai akrab di telingaku sejak sebuah iklan mempopulerkannya, tapi aku sama sekali tak ingin mengikutinya...
Tapi, kali ini aku harus bilang wow...
pada mereka yang hebat, mereka yang luar biasa, mereka yang masih menyempatkan diri memikirkan orang lain ketika orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing...
Yah,,,
aku mengagumi mereka meskipun aku belum lama mengenal mereka. Pikiranku terus menerawang ketika duduk di antara mereka dan kadang menertawai diriku sendiri. Ada sedikit sesak yang kurasakan saat mereka mulai membahas konsep sebuah kegiatan yang tujuannya untuk berbagi dengan anak-anak yang belum seberuntung kami. Mungkin Tuhan mengirim mereka agar aku tahu mensyukuri atas apa yang kumiliki sekarang. Pertanyaan yang menyesakkan ada dalam benakku, apa yang sudah kulakukan untuk orang lain? selama ini aku hanya berusaha mengejar kepentingan pribadiku. Tapi, mengenal mereka betul-betul mengajarkanku tentang arti berbagi...
Mereka yang luar biasa...
SIGI-MKS
aku harus bilang wow gitu?
kata-kata ini mulai akrab di telingaku sejak sebuah iklan mempopulerkannya, tapi aku sama sekali tak ingin mengikutinya...
Tapi, kali ini aku harus bilang wow...
pada mereka yang hebat, mereka yang luar biasa, mereka yang masih menyempatkan diri memikirkan orang lain ketika orang-orang sibuk dengan urusannya masing-masing...
Yah,,,
aku mengagumi mereka meskipun aku belum lama mengenal mereka. Pikiranku terus menerawang ketika duduk di antara mereka dan kadang menertawai diriku sendiri. Ada sedikit sesak yang kurasakan saat mereka mulai membahas konsep sebuah kegiatan yang tujuannya untuk berbagi dengan anak-anak yang belum seberuntung kami. Mungkin Tuhan mengirim mereka agar aku tahu mensyukuri atas apa yang kumiliki sekarang. Pertanyaan yang menyesakkan ada dalam benakku, apa yang sudah kulakukan untuk orang lain? selama ini aku hanya berusaha mengejar kepentingan pribadiku. Tapi, mengenal mereka betul-betul mengajarkanku tentang arti berbagi...
Mereka yang luar biasa...
SIGI-MKS
Semalam kumpul bareng ranger makassar (sahabat5cm mks) di acara Kompas Gramedia Fair (KGF 2012) di Balai Prajurit Jend. M.Yusuf.
Acaranya seru, rame, apalagi ada talkshow dari penulis buku "5cm" dan "2" yaitu 'om' Donny Dhirgantoro,,, yang pertama kali ke Makassar dan inilah kesempatan para ranger makassar ketemu langsung dengan penulis yang ngaku ganteng itu,, haha.. skalian signing book plus foto bareng.
Dalam talkshownya sempat saya simak ada yang menarik ketika om Donny memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memilih untuk menjadi penulis, katanya "Dreams, faith, fight" mengapa banyak mimpi? karena kita harus memiliki banyak mimpi, tapi ada satu yang kita yakini dan kita perjuangkan. Pernyataan yang sedikit menyentakku yang memiliki banyak mimpi tapi belum meyakini dan belum memperjuangkannya dengan sunguh-sungguh.
sepertinya saya harus mulai yakin dan percaya pada mimpi saya sendiri dan memperjungkannya. keep fight.
dan ini yang saya suka...
"yang bisa dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya..."
berikut foto saya ma Om Donny,, :D
moga bisa juga jadi penulis hebat di kemudian hari yang bis menginspirasi banyak orang...
Amiiiinnn.. :)
Acaranya seru, rame, apalagi ada talkshow dari penulis buku "5cm" dan "2" yaitu 'om' Donny Dhirgantoro,,, yang pertama kali ke Makassar dan inilah kesempatan para ranger makassar ketemu langsung dengan penulis yang ngaku ganteng itu,, haha.. skalian signing book plus foto bareng.
Dalam talkshownya sempat saya simak ada yang menarik ketika om Donny memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memilih untuk menjadi penulis, katanya "Dreams, faith, fight" mengapa banyak mimpi? karena kita harus memiliki banyak mimpi, tapi ada satu yang kita yakini dan kita perjuangkan. Pernyataan yang sedikit menyentakku yang memiliki banyak mimpi tapi belum meyakini dan belum memperjuangkannya dengan sunguh-sungguh.
sepertinya saya harus mulai yakin dan percaya pada mimpi saya sendiri dan memperjungkannya. keep fight.
dan ini yang saya suka...
"yang bisa dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya adalah mereka hanya tinggal mempercayainya..."
berikut foto saya ma Om Donny,, :D
moga bisa juga jadi penulis hebat di kemudian hari yang bis menginspirasi banyak orang...
Amiiiinnn.. :)
hari tanpa kata,,,
ya,, begitulah yang terjadi hari ini
entah apa yang merasukiku
hingga lidahku kelu walau hanya untuk menyapamu,,,
tersenyum padamu pun tidak
walau kau berada tak jauh di sampingku,,,
putih dan abu-abu,,
pakaianmu hari ini,,,
meski kau bukan lagi anak SMA
tapi seolah memperlihatkan aku
yang berada dalam kebimbangan
dan ketidak jelasan,, putih atau abu-abu
kau masih sama
seperti kemarin,,,
pun tak terlalu mempedulikan keberadaanku
apakah terbersit sedikit tanya dipikiranmu?
tentang ada apa denganku?
mungkinkah kau akan bertanya?
bodoooohhh,, hhahahaha,,,
dan aku pun menertawakan kebodohanku
#siang di kursi tunggu
ya,, begitulah yang terjadi hari ini
entah apa yang merasukiku
hingga lidahku kelu walau hanya untuk menyapamu,,,
tersenyum padamu pun tidak
walau kau berada tak jauh di sampingku,,,
putih dan abu-abu,,
pakaianmu hari ini,,,
meski kau bukan lagi anak SMA
tapi seolah memperlihatkan aku
yang berada dalam kebimbangan
dan ketidak jelasan,, putih atau abu-abu
kau masih sama
seperti kemarin,,,
pun tak terlalu mempedulikan keberadaanku
apakah terbersit sedikit tanya dipikiranmu?
tentang ada apa denganku?
mungkinkah kau akan bertanya?
bodoooohhh,, hhahahaha,,,
dan aku pun menertawakan kebodohanku
#siang di kursi tunggu
bertemu denganmu adalah sebuah anugerah
mengajarkankanku pelajaran hidup
yang tak ternilai harganya
meski tak begitu indah kisahnya
aku pun mesti sadar
bahwa kau pun hanya sekadar lewat
tak mungkin singgah
meski hanya di tepian hati ini
saat kupandangi langkahmu
yang perlahan beranjak pergi
waktu menyadarkanku
aku sudah terlalu lama untuk diam disini
sebenarnya aku ingin meninggalkan tempat ini
dan berlari mengejarmu
mengiringi setiap langkah kakimu
dan merasakan hangat di sampingmu
tapi, terlalu banyak pertanyaan yang mengusikku
apakah kau pun ingin berjalan beriringan denganku?
atau hanya sekadar lewat di perhentianku?
ah, kuputuskan untuk berlari mengejarmu
tanpa peduli apa kau menginkannya
yang kutahu,
menanti dan mengejar adalah dua hal berbeda
paling tidak, aku telah berusaha,,,
mengajarkankanku pelajaran hidup
yang tak ternilai harganya
meski tak begitu indah kisahnya
aku pun mesti sadar
bahwa kau pun hanya sekadar lewat
tak mungkin singgah
meski hanya di tepian hati ini
saat kupandangi langkahmu
yang perlahan beranjak pergi
waktu menyadarkanku
aku sudah terlalu lama untuk diam disini
sebenarnya aku ingin meninggalkan tempat ini
dan berlari mengejarmu
mengiringi setiap langkah kakimu
dan merasakan hangat di sampingmu
tapi, terlalu banyak pertanyaan yang mengusikku
apakah kau pun ingin berjalan beriringan denganku?
atau hanya sekadar lewat di perhentianku?
ah, kuputuskan untuk berlari mengejarmu
tanpa peduli apa kau menginkannya
yang kutahu,
menanti dan mengejar adalah dua hal berbeda
paling tidak, aku telah berusaha,,,
resah,,,
ketika senja kembali menyapa
masih di titik yang sama
aku berdiri
dengan mimpi yang masih kugenggam
aku tak lagi sama
dengan yang kemarin
aku gugup
aku takut
aku tak ingin meluapkan semua keluhku
tak penting untukku mengeluh
esok,,,
ingin kujelang
hari yang baru,,,
aku ingin terlahir kembali
melepaskan semua tentangmu
ingin kutulis kisah yang lain
dengan mereka yang berbeda
dengan mereka yang berkisah tentang mimpinya
tentang harapnya
dan tentang impian terbesar dalam hidupnya,,,
ketika senja kembali menyapa
masih di titik yang sama
aku berdiri
dengan mimpi yang masih kugenggam
aku tak lagi sama
dengan yang kemarin
aku gugup
aku takut
aku tak ingin meluapkan semua keluhku
tak penting untukku mengeluh
esok,,,
ingin kujelang
hari yang baru,,,
aku ingin terlahir kembali
melepaskan semua tentangmu
ingin kutulis kisah yang lain
dengan mereka yang berbeda
dengan mereka yang berkisah tentang mimpinya
tentang harapnya
dan tentang impian terbesar dalam hidupnya,,,
menanti hujan yang lain
masihkah ada?
apa dinginnya berbeda?
masih tak kutahu
tapi,,,
aku tak perlu sesak menantinya
meski aku tak tahu dimana aku akan menemukannya
sorot mata yang terpancar itu
mencoba menyusup masuk
di sisi-sisi gelapku
di ruang-ruang kosong kecil
ingin menembus dan mengisinya
dan aku masih terpaku dengan hujan yang sama
hujan yang sudah tiga tahun membasahiku
menyejukkanku dengan butiran airnya
salahkah ketika aku mencari hujan yang lain?
ketika tak lagi kurasakan sejuk yang dulu kau siramkan?
mungkin aku menginginkan hujan yang lain
hujan yang lebih sejuk bahkan lebih dingin
mungkin hujan salju,,,
#aneh
masihkah ada?
apa dinginnya berbeda?
masih tak kutahu
tapi,,,
aku tak perlu sesak menantinya
meski aku tak tahu dimana aku akan menemukannya
sorot mata yang terpancar itu
mencoba menyusup masuk
di sisi-sisi gelapku
di ruang-ruang kosong kecil
ingin menembus dan mengisinya
dan aku masih terpaku dengan hujan yang sama
hujan yang sudah tiga tahun membasahiku
menyejukkanku dengan butiran airnya
salahkah ketika aku mencari hujan yang lain?
ketika tak lagi kurasakan sejuk yang dulu kau siramkan?
mungkin aku menginginkan hujan yang lain
hujan yang lebih sejuk bahkan lebih dingin
mungkin hujan salju,,,
#aneh
masihkah rindu ini terkutuk?
jika masih,,,
kapan kan terampuni?
terjebak dalam hal seperti ini
paling tak kuinginkan
bahkan cenderung kuhindari
tapi sekarang,,,
tak mampu lagi kuhindari
dan yang paling aneh
aku malah menyukainya
menikmatinya malah,,,
betul-betul aneh,,,
katamu,,,
jika semua bintang akan jatuh saat merindukanmu
maka bulan akan protes, karena ia akan sendirian di langit,,,
hahaha...
jika memang itu bisa terjadi,,,
bukan hanya bintang yang akan jatuh,,,
tapi bulan pun akan mengikutinya,,,
sebagai akumulasi rasa rindu ini,,,
ya,, aku merindukanmu...
masih,,,
jika masih,,,
kapan kan terampuni?
terjebak dalam hal seperti ini
paling tak kuinginkan
bahkan cenderung kuhindari
tapi sekarang,,,
tak mampu lagi kuhindari
dan yang paling aneh
aku malah menyukainya
menikmatinya malah,,,
betul-betul aneh,,,
katamu,,,
jika semua bintang akan jatuh saat merindukanmu
maka bulan akan protes, karena ia akan sendirian di langit,,,
hahaha...
jika memang itu bisa terjadi,,,
bukan hanya bintang yang akan jatuh,,,
tapi bulan pun akan mengikutinya,,,
sebagai akumulasi rasa rindu ini,,,
ya,, aku merindukanmu...
masih,,,
Senja kembali menyapaku,,,
bersama lelahnya hari ini
ingin kuletakkan semua,,,
ya, semua beban di pundakku
terlalu banyak,,,
tapi, itu bukan alasan untuk tidak melepaskannya
suatu saat nanti
satu-persatu akan kulepaskan
ingin kutuai semua hasilnya
akan indah pada akhirnya...
tak perlu terburu-buru
tapi perlu bersegera,,,
karena banyak hal lain menungguku diluar sana
banyak tantangan yang ingin kulalui
dan banyak gunung yang ingin kudaki
karena aku ingin tiba di puncak pencapaian tertinggi,,,
bersama lelahnya hari ini
ingin kuletakkan semua,,,
ya, semua beban di pundakku
terlalu banyak,,,
tapi, itu bukan alasan untuk tidak melepaskannya
suatu saat nanti
satu-persatu akan kulepaskan
ingin kutuai semua hasilnya
akan indah pada akhirnya...
tak perlu terburu-buru
tapi perlu bersegera,,,
karena banyak hal lain menungguku diluar sana
banyak tantangan yang ingin kulalui
dan banyak gunung yang ingin kudaki
karena aku ingin tiba di puncak pencapaian tertinggi,,,
sekali lagi,,,
aku ingin kau melukis hujan
meski sebenarnya bukan sekali yang kuinginkan
melainkan selamanya
hujan yang kau lukis
tak pernah mengenal kemarau
itulah yang membedakanmu
perbedaan yang melahirkan keindahan,,,
aku ingat,,,
menit-menit yang berjalan begitu lambat
kemarin,,,
aku suka saat-saat itu
aku ingin mengulanginya,,,
sekali lagi
ya,,, hanya sekali
tapi, mungkin lebih baik tak terulang
semuanya sudah berjalan seperti yang seharusnya,,,
aku tak mau lagi berandai
seperti yang dikatakan oleh Andrea Hirata
'Tuhan tahu, tapi menunggu'
aku pun berkeyakinan sama
aku yakin jika Tuhan telah menuliskan sesuatu yang indah untukku
dan jika tak terjadi sekarang,,,
memang belum waktunya untukku,,,
karena Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan
bukan apa yang kita inginkan,,,
well, nikmati saja saat ini,,,
aku ingin kau melukis hujan
meski sebenarnya bukan sekali yang kuinginkan
melainkan selamanya
hujan yang kau lukis
tak pernah mengenal kemarau
itulah yang membedakanmu
perbedaan yang melahirkan keindahan,,,
aku ingat,,,
menit-menit yang berjalan begitu lambat
kemarin,,,
aku suka saat-saat itu
aku ingin mengulanginya,,,
sekali lagi
ya,,, hanya sekali
tapi, mungkin lebih baik tak terulang
semuanya sudah berjalan seperti yang seharusnya,,,
aku tak mau lagi berandai
seperti yang dikatakan oleh Andrea Hirata
'Tuhan tahu, tapi menunggu'
aku pun berkeyakinan sama
aku yakin jika Tuhan telah menuliskan sesuatu yang indah untukku
dan jika tak terjadi sekarang,,,
memang belum waktunya untukku,,,
karena Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan
bukan apa yang kita inginkan,,,
well, nikmati saja saat ini,,,
bodoh...
tapi aku tak ingin melewatkan lagi kesempatan itu
sering aku mendengar bahwa kesempatan tak akan datang dua kali,,,
tapi, aku malah sering melewatkannya berkali-kali
banyak kali malah,,,
sore ini berbeda
meski harus menahan degup jantung yang begitu cepat
aku harus duduk di sampingmu
mendengar keluhmu
aku senang,,,
untung saja aku tidak mengidap penyakit jantung
seandainya iya,,
aku mungkin akan dilarikan ke rumah sakit
untuk mendapatkan perawatan intensif,,,
hahaha...
#berlebihan,,,
tapi aku tak ingin melewatkan lagi kesempatan itu
sering aku mendengar bahwa kesempatan tak akan datang dua kali,,,
tapi, aku malah sering melewatkannya berkali-kali
banyak kali malah,,,
sore ini berbeda
meski harus menahan degup jantung yang begitu cepat
aku harus duduk di sampingmu
mendengar keluhmu
aku senang,,,
untung saja aku tidak mengidap penyakit jantung
seandainya iya,,
aku mungkin akan dilarikan ke rumah sakit
untuk mendapatkan perawatan intensif,,,
hahaha...
#berlebihan,,,
menunggu bintang jatuh
itu ucapmu,,,
kenapa?
kau menginginkan keajaiban terjadi?
menunggu bintang jatuh, untuk mengungkapkan harapanmu?
begitu naifmu
melihatmu berangan
aku senang
kau masih bisa tertawa
meski tertekan
masih bisa melihatmu tersenyum
adalah suatu keajaiban bagiku
tanpa perlu menunggu bintang jatuh
karena bagiku,
kaulah bintang jatuh itu
kaulah keajaiban itu
maka untuk apa aku menunggu bintang jatuh yang lain?
#terima kasih untuk bintang jatuhnya,,,
itu ucapmu,,,
kenapa?
kau menginginkan keajaiban terjadi?
menunggu bintang jatuh, untuk mengungkapkan harapanmu?
begitu naifmu
melihatmu berangan
aku senang
kau masih bisa tertawa
meski tertekan
masih bisa melihatmu tersenyum
adalah suatu keajaiban bagiku
tanpa perlu menunggu bintang jatuh
karena bagiku,
kaulah bintang jatuh itu
kaulah keajaiban itu
maka untuk apa aku menunggu bintang jatuh yang lain?
#terima kasih untuk bintang jatuhnya,,,
sempurna itu bukan milik manusia,,,
tapi tak ada salahnya mencoba untuk sempurna
meski tak akan pernah bisa
terkadang,,,
aku berpikir
aku berangan
atau mungkin lebih tepatnya berimajinasi
tentang hari esok yang ingin kujumpa
berharap kau ada disana
tersenyum manis padaku
di pagi yang masih buta
mungkinkah?
pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh sang waktu
jikalau mungkin,,,
kapan?
lagi-lagi bertanya pada waktu
kaukah itu?
sosok samar yang kulihat
berjalan ke arahku
dengan degup jantung yang mulai tak beraturan
harapku tak pernah putus bahwa itu dirimu
semoga,,,
tapi tak ada salahnya mencoba untuk sempurna
meski tak akan pernah bisa
terkadang,,,
aku berpikir
aku berangan
atau mungkin lebih tepatnya berimajinasi
tentang hari esok yang ingin kujumpa
berharap kau ada disana
tersenyum manis padaku
di pagi yang masih buta
mungkinkah?
pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh sang waktu
jikalau mungkin,,,
kapan?
lagi-lagi bertanya pada waktu
kaukah itu?
sosok samar yang kulihat
berjalan ke arahku
dengan degup jantung yang mulai tak beraturan
harapku tak pernah putus bahwa itu dirimu
semoga,,,
kepadamu,,,
pemilik senyum yang menyejukkan itu,,
masihkah ada senyum itu untukku?
entahlah,,,
aku hanya berharap
semoga masih ada,,,
panas kota ini semakin menggila
tapi dengan melihat senyummu
aku pun merasakan sejuk yang menggila
aneh,,,
tapi itu yang kurasakan
dan memang perasaan seperti itu relatif
tak semua orang bisa merasakannya,,,
tapi aku bisa merasakannya
karena aku berbeda,,,
pemilik senyum yang menyejukkan itu,,
masihkah ada senyum itu untukku?
entahlah,,,
aku hanya berharap
semoga masih ada,,,
panas kota ini semakin menggila
tapi dengan melihat senyummu
aku pun merasakan sejuk yang menggila
aneh,,,
tapi itu yang kurasakan
dan memang perasaan seperti itu relatif
tak semua orang bisa merasakannya,,,
tapi aku bisa merasakannya
karena aku berbeda,,,
pagi tadi aku sempat tertidur sehabis shalat subuh
aku bermimpi tentang hujan
hujan yang sangat menyegarkan
entah kenapa aku pun bertemu denganmu
bercanda bersamamu
sungguh menyenangkan
seandainya bisa, aku tak ingin terjaga secepatnya
meski hanya mimpi
namun begitu berarti
sewaktu terjaga
aku merasa bahwa hujan benar-benar baru saja mengguyur
aku tak sadar bahwa sudah sebulan
air itu tak lagi menyirami bumi
begitu sejuk kurasa
karena ini masih tentang kau dan hujan
hari ini adalah hari yang sama dengan tiga tahun lalu
saat pertama kali rintik kecil hujan mengenalkanmu padaku
ya... hujan yang mewarnai hari saat pertama aku bersamamu
pantai...
itu yang aku dan kau tuju
sempat tersesat karena tak tahu jalan
tapi, aku menikmatinya
karena ada kau bersamaku
seandainya aku bisa memilih
aku akan lebih memilih tersesat saat itu
agar aku bisa bersamamu lebih lama
ditemani rintik kecil hujan...#B_P_M _8_8_9
Invasi
besar-besaran dilakukan oleh hantu-hantu ke dunia manusia dalam sebulan
terakhir, mereka mulai menguasai jalan-jalan protokol sampai gang-gang sempit
dan jalan buntu. Hantu-hantu ini tidak hanya didominasi wajah lama, seperti
kuntilanak, sundel bolong, si manis jembatan bolong tapi juga didominasi oleh
hantu-hantu pendatang baru seperti suster ngesot, pocong ngesot, nenek gayung,
dan masih banyak lagi. Mereka berpesta pora merayakan kesuksesan mereka
mengeliminasi manusia dari dunianya sendiri.
Di seberang jalan, tampak ada
sebungkus pocong sedang melompat-lompat dengan setengah hati sambil terus
menunduk. Ia tak turut dalam perayaan para hantu. Sepertinya ia sedang
dirundung kegalauan. Rupanya tak hanya manusia yang bisa mengalami kegalauan
melainkan pocong pun juga. Mungkin karena ia pernah menjadi manusia dan bisa
saja ia meninggal dalam keadaan galau.
Beberapa saat kemudian ia melompat
jauh ke atap sebuah rumah yang cukup tinggi. Ia kemudian duduk dan
memperhatikan kekacauan di sekelilingnya yang disebabkan oleh para hantu. Di
sampingnya ada seekor kucing yang juga sejak tadi memperhatikan ulah para
hantu.
Beberapa minggu terakhir, kemacetan semakin menggila di kota ini. Pernah malah saya dengan jarak hanya sekitar 20 meter dari traffic light, harus dapat lampu merah 3 kali sampai akhirnya saya bisa melewatinya. Padahal saya hanya mengendarai motor.
Apa penyebab dari kemacetan ini? sebenarnya yang jadi penyebab utama dari kemacetan bukanlah jalan sempit atau pun bertambah banyaknya kendaraan, melainkan kesadaran para pengguna jalan yang kurang, kurang menaati peraturan lalu lintas maupun kurang ajar dalam berkendara, suka menyalip kanan kiri dan masih banyak pelanggaran lalu lintas lainnya.
Sering para pengendara ini, dan bahkan saya sendiri pun mengeluh tentang kemacetan yang terjadi. Tapi kita lebih sering tidak sadar kalau kita juga merupakan kontributor kemacetan yang terjadi dan anehnya lagi kita menyalahkan ini dan itu, karena ini dan itulah, tapi tidak pernah menyalahkan diri sendiri karena kurang sadarnya kita atas aturan yang berlaku...
Masih mengeluh juga? Ngaca dulu...
#ngaca dulu sebelum ngomel
Masih menjadi mahasiswa S1 di jelang tahun ke-6, memaksaku untuk memutar otak, sebentar putar kiri sebentar putar kanan. Apa cuma skripsi bentuk nyata hasil kerja otakku selama 5 tahun menjadi mahasiswa?
Siang tadi ketemu senior yang juga belum selesai S1 nya, secara tersirat memancingku buat 'menelurkan' buku untuk dihadiahkan pada pembimbingku... hahah.. (great idea). Otak 'ngeles'ku pun kembali bekerja. Sepertinya ini bisa jadi alternatif jawaban dari pertanyaan 'kenapa lama baru selesai?'
Berbicara tentang 'ngeles', sebenarnya ini merupakan keahlianku (kata teman2ku), tapi aku masih menganggapnya baru sebatas level intermediet, belum mencapai level advance. 'Ngeles' sendiri kukategorikan dalam tiga level, yaitu basic atau dasar untuk pemula yang baru belajar 'ngeles', kemudian intermediet atau menengah dan yang paling jago 'ngeles' kutempatkan di level advance, orang-orang yang kemudian berada dilevel tertinggi ini biasanya merupakan mahasiswa-mahasiswa yang betah berlama-lama di kampus.
hidup itu adalah sebuah perjuangan. jika kita tidak berjuang setiap hari maka sama saja dengan kita mati pada hari itu dan tidak ada bedanya dengan mayat. jadi berjuanglah setiap hari untuk kebaikanmu hari ini, esok, dan seterusnya. perjuangkanlah apa yang memang pantas kau perjuangkan.
#quote today
#quote today
rasa itu masih ada
dan asa itu pun masih terus kujaga
sampai sekarang, sampai malam ini
ketika kau mengucapkan selamat tidur
di akhir pesanmu
dan ku jawab bahwa aku selalu merindukanmu
aku hanya berharap
kelak aku bisa mendengar
kau mengucapkan kalimat itu
di sisiku menjelang tidurmu
bukan lagi hanya sebuah pesan
aku ingin menemanimu
hingga kau terlelap di sisiku
dan hingga kau terjaaga dari tidurmu
yang aku yakin
ini bukan hanya mimpi
karena aku akan terus memeluk mimpiku
hingga menjadi kenyataandan pada akhirnya
kau benar-benar ada di sisiku
untukku selamanya...
#tertahan
Merekonstruksi pola pikir bukanlah hal mudah, tapi bukan berarti tak mungkin atau tidak bisa. Bisa dilakukan dengan hal-hal kecil dulu. Kalau saya sih lebih sering mencoba berpikir kebalikan dari apa yang dilihat atau dipikirkan kebanyakan orang tentang suatu hal. Entah positif atau negatif. Dengan begitu, saya bisa melihat sisi yang berbeda dari berbagai hal, dan melihatnya pun bukan hanya satu sisi melainkan banyak sisi. Untuk melakukannya pun mudah, tinggal mengubah posisi saya saja.
Nah, tadi saya sempat main-main di dua situs jejaring sosial yang sangat populer. Disitu saya menemukan hal menarik. Kebanyakan teman-teman saya update status tentang "Indonesian Idol" yang mencapai malam puncaknya atau tentang "OVJ Award" yang ada di stasiun tivi sebelahnya, pun dengan laga "Indonesia vs timor Leste". Sebenarnya sah-sah saja ketika mereka 'hobi' dengan hal seperti itu. Tapi, dalam pandangan saya, sebenarnya tanpa sadar kita telah dijebak dalam pola pikir yang 'konsumtif' bahkan pola hidup pun 'konsumtif'. Kita hanya bisa menonton atau lebih halus sedikit disebut 'penikmat'.
Kita sering disuguhi acara-acara televisi seperti di atas yang sebenarnya dapat 'mengunci' pola pikir kritis kita dan secara tidak langsung 'menjajah' pola pikir kita. Jika kemudian mau dipikir lagi, sebenarnya manfaat apa yang diperoleh dari itu semua? Kalaupun di-list baik buruknya, kira-kira lebih banyak mana ya?. Dari segi hiburan mungkin iya, tapi kalau sampai 3 atau 4 jam duduk menjadi penonton setia, tak ada manfaat yang lebih baik saya rasa. Itu baru dari sisi televisi yang dibawa ke jejaring sosial.
sebenarnya masih bingung...
saya mau nulis apa?
tadi, di jejaring sebelah
teman-teman sempat bahas klo saya jago ngeless...
jadinya kepikiran...
kayaknya bagus bikin buku "the power of ngeles"
meskipun sempat keluarin statemen
buat nulis tentang "manusia setengah galau"
niatnya sih mau saingan sama bukunya Raditya Dika
yang "manusia setengah salmon"
jadi, sebenarnya galaunya tidak sepenuh hati
tapi hanya setengah-setengah...
bahkan sempat terpikir
untuk membuat Instalasi Galau Darurat
yang khusus diperuntukkan bagi orang-orang yang mendadak galau
sebenarnya galau itu apa?
apa cuma ikut-ikutan galau ya yang lain?
biar keren gitu?
galau kok dipamer...
hujan malam ini telah berlalu
meninggalkan jejak basah
di tanah yang begitu gersang
aromanya pun masih terasa
sejuk menyentuh permukaan kulitku
untuk kesekian kali
aku takjub dengan tetesan air itu
memberikan kesegaran di tiap kegersangan
meski malam hari
ia tetap mengantarkan bayangmu
begitu jelas di tiap tetesannya
begitu nyata di tiap butirannya
entah, ini nyata atau tidak
mungkin hanya riak-riak dalam pikiranku saja
ketika bayangmu pun semakin menguasaiku
membuatku tersudut dalam tiap langkahku
aku, yang dulunya mengaku kuat
kini seolah tak sanggup berbuat apa-apa
membuatku begitu bodoh di hadapmu
terbersit sedikit keluh
ketika aku terus tersudut
dan larut dalam bayangmu
tapi, aku menikmatinya
menikmati setiap detil saat-saat seperti ini
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Me on Twitter!
- "Join Me on Facebook!
- RSS
Contact