entah, ini nyata atau tidak
mungkin hanya riak-riak dalam pikiranku saja
ketika bayangmu pun semakin menguasaiku
membuatku tersudut dalam tiap langkahku
aku, yang dulunya mengaku kuat
kini seolah tak sanggup berbuat apa-apa
membuatku begitu bodoh di hadapmu
terbersit sedikit keluh
ketika aku terus tersudut
dan larut dalam bayangmu
tapi, aku menikmatinya
suatu saat nanti
aku ingin menjadi berani
bukan menjadi orang bodoh
yang terus tersudut oleh bayangmu
melainkan orang yang akan duduk di sisimu kelak
menemanimu di setiap waktu
mendengarkan setiap tutur katamu
yang bercerita tentang ini dan itu
tentang semuanya
jika pun Tuhan mengizinkan
aku ingin
menghabiskan setiap detik sisa waktuku
bersamamu
andai itu bukanlah sebuah mimpi

0 komentar:
Posting Komentar