Jumat, 18 Juli 2014 0 komentar

Dialog Pagi Hari

Aku mulai lelah. Meski tahu, pasrah bukanlah pilihan. Apa aku salah? Menyerah pun bukan pilihan. Selalu saja ada resah yang mengelilingi, tapi... jauh... jauh di dalam hati kecilku ada keyakinan yang sangat kuat. Meronta, berontak ingin terlepas. Tak pernah ada yang tahu ujung dari kisah ini. Mungkin akan kutulis nantinya. Mungkin kujadikan hadiah untuk kalian. Mungkin juga hanya kusimpan sebagai kenangan.

Masihkah ada waktu? Masih. Pertanyaan yang dengan mudah kujawab sendiri. Sampai kapan? Aku terdiam. Tak banyak yang tersisa. Lalu, kenapa berhenti? Entah. Aku terjebak, dalam ego dan idealisme yang kubangun. Aku tak ingin kalah, tak pernah mau mengaku kalah sebelum akhir. Aku keras kepala. Dan tak jarang, aku enggan untuk mendengar. Dimana susahnya? Entah. Sekali lagi kujawab seperti itu. Lalu, untuk apa berhenti? Apa yang kau tunggu? Tak ada. Ah, maksudku... aku tak tahu.
 
;