Sabtu, 30 Juni 2012 0 komentar

Kisah Dibalik Nama

selalu ada kisah dibalik sebuah nama
pun denganmu, namamu akan menjadi sebuah kisah
bersama waktu-waktu yang telah lalu
denganmu, semuanya singkat
namun begitu berarti

setiap detik dan menit yang berlalu denganmu
begitu terasa hangat
mencairkan setiap kebekuanku

ingin kugapai dan kudekap
setiap jengkal kenanganku
lagi-lagi denganmu
Jumat, 29 Juni 2012 0 komentar

Tugu Saksi

senja kembali menghampiriku
saat aku duduk sendiri di samping tugu itu
kulihat perlahan matahari mulai tenggelam di horison
dan cahayanya pun mulai memudar

aku masih saja duduk membisu
mulai tertutupi bayangan tugu
ketika cahaya kecil menampakkan diri satu persatu di langit itu
kuhirup nafas dalam-dalam
dan merasakan hadirmu disini, disampingku

kupejamkan mata
dan kau pun benar-benar hadir
meski hanya dalam imajiku
ya... aku merindukanmu
di sini, disamping tugu yang dulu menemani kita


#meniti jejak lampau
Kamis, 28 Juni 2012 0 komentar

Andai

aku selalu suka saat itu
saat menatapmu lekat dan dalam dari balik pohon
samar tetapi begitu jelas
terasa hangat mencairkan kebekuanku
tak pernah jelas inginku
pun tak pernah jelas inginmu

asa yang selalu kujaga
membawaku menerawang masa depan
meski masih begitu gelap

saat ini aku berdiri di sisimu
begitu dekat denganmu
hingga ku dapat merasakan setiap desah nafasmu
sesekali ku menoleh padamu
menatap lekat wajah itu untuk yang kesekian kalinya
sesekali pun kau tersenyum
menatap jauh ke depan menembus cakrawala

aku suka sekali melihat senyum itu
meski tanpa kata, tanpa suara
bagiku, itu adalah percakapan terindah denganmu

#menembus khayal

0 komentar

1 Detik

satu detik waktu terhenti
satu detik kemudian berlalu
tapi, tak hanya sedetik kau hinggap di pikiranku
melainkan berganti menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun
adakah aku pernah terlintas di pikiranmu meski hanya satu detik?

meskipun tak pernah...
aku tak mengeluh, tak menyesal
karena aku tak pernah berharap lebih...
hanya satu keinginanku
seperti detik yang berlalu siang tadi
aku hanya ingin melihat senyum itu
meski hanya SATU DETIK
Selasa, 26 Juni 2012 0 komentar

Celoteh Jelang Maghrib

Aku hanya orang bodoh yang mencoba berbagi sedikit pengalaman ataupun pengalamin (pernah ngalamin) tentang hal yang kau rasakan kini.
Terkadang kau harus mengesampingkan logikamu ketika itu berbenturan dengan hatimu, karena itulah gunanya hati tempat kita bertanya saat pikiran dan logika kita tak lagi mampu menjawab segala pertanyaan yang menyentuh sendi-sendi kebekuan kita...
Aneh memang terasa ketika aku memintamu untuk berbicara dengan alter ego mu, berdiri depan cermin dan berbicara dengan sosok yang ada dalam cermin itu tanpa suara yang kau keluarkan dari mulutmu itu.
Jika kau berani jujur pada dirimu sendiri, kau akan menemukan jawaban di tiap pertanyaanmu itu saat berbicara dengannya, ya... dengan sosok dalam cermin itu. Kau hanya perlu memberanikan diri untuk berbicara dan mendengarkan setiap kata yang terucap darinya. Itulah kata hatimu. Itulah yang akan membantumu untuk melihat perspektif yang berbeda dari kebiasaanmu memandang sesuatu.
Ah, aku memang sering melakukannya, berbincang dengan alter ego ku. Ia terasa lebih hangat ketika aku menjadi beku. Ia sering membisikkan hal-hal yang tak pernah terlintas dipikiranku ketika logika ku tak lagi mampu mengartikannya. Ia ada. Ia nyata. Sering menemaniku saat menikmati hujan, mencoba menghitung setiap butirannya yang jatuh membasahi bumi.
Aku tahu, mungkin kau pikir ini gila. Tapi jika aku gila, aku tak mungkin berada disini sekarang melainkan di RSJ untuk mengobati kegilaanku.
Mungkin jika pertama kali kau mengajaknya berbincang, ia akan begitu angkuh, cuek dan seolah tidak peduli padamu dan mencoba menentang segala yang kau inginkan. Tapi, percayalah, mungkin dia lebih mengenal dirimu daripada kamu sendiri. Kau hanya perlu membiasakan diri untuk berbincang dengannya agar ia bisa menjadi sahabatmu, sahabatmu yang sebenarnya.
Pun ketika aku menuliskan ini, ia berada disampingku, menemaniku dan membisikkan tentang apa yang akan kutulis.
Aku dan dia hanya bisa berpesan, jika boleh berikanlah kesempatan dirimu untuk berdua dengan dirimu menikmati saat-saat kalian sendiri. Itu saja yang kau butuhkan saat ini... tak lebih.
 
;