Rabu, 01 Agustus 2012

Pocong Amnesia


            Invasi besar-besaran dilakukan oleh hantu-hantu ke dunia manusia dalam sebulan terakhir, mereka mulai menguasai jalan-jalan protokol sampai gang-gang sempit dan jalan buntu. Hantu-hantu ini tidak hanya didominasi wajah lama, seperti kuntilanak, sundel bolong, si manis jembatan bolong tapi juga didominasi oleh hantu-hantu pendatang baru seperti suster ngesot, pocong ngesot, nenek gayung, dan masih banyak lagi. Mereka berpesta pora merayakan kesuksesan mereka mengeliminasi manusia dari dunianya sendiri.
     Di seberang jalan, tampak ada sebungkus pocong sedang melompat-lompat dengan setengah hati sambil terus menunduk. Ia tak turut dalam perayaan para hantu. Sepertinya ia sedang dirundung kegalauan. Rupanya tak hanya manusia yang bisa mengalami kegalauan melainkan pocong pun juga. Mungkin karena ia pernah menjadi manusia dan bisa saja ia meninggal dalam keadaan galau.
     Beberapa saat kemudian ia melompat jauh ke atap sebuah rumah yang cukup tinggi. Ia kemudian duduk dan memperhatikan kekacauan di sekelilingnya yang disebabkan oleh para hantu. Di sampingnya ada seekor kucing yang juga sejak tadi memperhatikan ulah para hantu.
     “Ngeooong…” kucing itu tiba-tiba bersuara.
     “Cing… kucing... kucing… eh, kucing” pocong itu pun terkaget karena ia tak menyadari keberadaan kucing itu di sampingnya.
     “Eh, ciiiiiiiingg…, kamu bikin kaget saja” kata pocong itu dengan nada seperti layaknya gadis-gadis yang bertemu dengan sebayanya untuk arisan.
     “Kenapa Cong? Kaget ya? Hehe…” jawab kucing itu seolah tak bersalah.
     “Cong, cong, memangnya saya bencong? Eh, cing… saya heran… saya kok bisa kayak gini ya...? kaki terikat, seluruh tubuh dibungkus kayak permen”
     “Siapa juga yang bilang bencong, kamu kan pocong” jawab kucing itu.
      “Pocong? Saya pocong?” tanya pocong itu seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
      “Iya, kamu tuh pocong. Kan yang dibungkus kayak gini, dengan kaki dan kepala terikat, trus bisanya cuma lompat namanya pocong”
       “Iya ya? Ah, ini mungkin karena kepala saya terbentur di nisan saat bangun dari kubur tadi, makanya saya lupa kalau saya ini pocong”
       “Kamu amnesia tuh Cong…” kata kucing itu.
       “Amnesia?” tanya pocong itu.
      “Iya, amnesia atau lupa ingatan…” jawab kucing itu menjelaskan.
       “Amnesia itu kan kurang darah Ciing…, bukan lupa ingatan…”
       “Lah? Siapa yang bilang? Amnesia itu lupa ingatan, kalau kurang darah itu namanya anemia” jawab si kucing mulai sewot.
       “Waktu saya hidup dulu, saya sempat belajar kalau amnesia itu sebenarnya kurang darah, bukan lupa ingatan”
       “Kok bisa? gimana caranya?”
       “Nah, kalau orang amnesia itu kan dasarnya lupa, jadi bisa saja dia juga lupa tidur, trus kalau lupa tidur kan otomatis dia kurang tidur, nah orang yang kurang tidur itu bisa mengalami kurang darah. Jadi, amnesia itu sebenarnya kurang darah, bukan lupa ingatan Ciiiing” jawab pocong itu menjelaskan.
       “Dasar pocong amnesia, setreess” kucing itu teriak dan meninggalkan si pocong amnesia itu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;