Minggu kemarin, 18-11-12, saya dan beberapa teman ikut acara Indonesia Mengoper Bola yang diadakan di Makassar, tepatnya di lapangan Karebosi. Nah, dari sini, ada-ada saja cerita yang terukir. Mulai saat pembelian tiket sampai hari H acara ini. Tapi, yang paling seru tentu pada saat acara ini berlangsung.
Tiket sudah ada di tangan masing-masing, kami berangkat menuju lapangan Karebosi sekitar pukul 06.15, padahal di tiket tercantum acaranya pukul 06.00 dan jarak yang kami tempuh entah berapa kilometer tapi kalau hitungan waktu, ya sekitaran 20 menit lah. Jadi, tiba di TKP sekitar pukul 06.30 lewat berapa.
Pesertanya ternyata sudah sangat banyak, tapi tetap saja acara belum dimulai. Nah, setelah beberapa saat akhirnya panitia pun mengumumkan untuk segera memulai acara, kemudian menjelaskan rute yang akan dilalui peserta. Setelah itu, dengan didahului oleh Marching Band ato apalah namanya itu, peserta pun bergerak mengikuti rute yang telah ditentukan.
Minjam istilah reporter tivi kalau lagi siaran, disini digambarkan peserta yang jumlahnya lebih dari 10 ribuan bergerak dengan lambat, istilah reporter "padat merayap". Peserta pun perlahan keluar dari lapangan menuju jalan yang telah ditentukan. Dan disinilah lelucon dan tingkah aneh teman-temanku mulai keluar lagi.
"Ayo.. ayo... bolanya di oper" teriak salah satu temanku melihat semua peserta hanya memegang bolanya masing-masing padahal ini acara 'Indonesia Mengoper Bola' bukan acara 'Indonesia Memegang Bola'.
Dalam melewati rute pun banyak peserta yang tidak melewati rute yang seharusnya melainkan mengambil jalan memotong. Dan parahnya, kami pun ikut. Suatu bentuk ketidakjujuran. Hingga akhirnya tiba di tempat pengumpulan potongan tiket untuk diundi pada akhir acara.
Kembali, lagi teriakan temanku membuat peserta ada yang tertawa melihat tingkah kami, yang meskipun hanya enam orang tapi paling ribut.
"Ayo, bolanya dioper, kalau tidak, nanti tidak dapat kacang, kalau tidak punya 'kacang' nanti tidak dapat cowok... haha" kata temanku diiringi tawa yang keras. Dan, kelihatan kan hancurnya kami? Entah apa yang ada dalam pikirannya sampai menyinggung 'kacang'.
Akhirnya, dengan melalui rute yang tidak semestinya kami pun kembali ke lapangan Karebosi untuk menunggu undian Grand Prize. Berharap dapat terkejut dengan hadiahnya. Haha... dasar mahasiswa. But, just for happy. Keberuntungan itu perkara lain. Di waktu menunggu inilah ada cerita lagi. Sembari menunggu undian, kami dihampiri seorang perempuan, yakin dia juga mahasiswa. Menawari kami dua botol minuman dingin dengan harga 10ribu + koran. Iseng, temanku pun memotretnya tanpa permisi, dan ia dapat fotonya. Yah, lumayan manis lah, apalagi kalau tersenyum. Setelah itu, dia pun pergi.
Sesaat kemudian, pengundian pun dilakukan. Kami semua mengeluarkan potongan tiket di kantong kami, berharap kami memenangkan sesuatu hari ini. Dan sampai hadiah terakhir di umumkan tak ada satu pun hadiah yang menghampiri kami. Unlucky, itulah sebutan untuk kami. Tapi, aku berpikir ini mungkin adalah akumulasi dari apa yang kami lakukan sehingga tak satu pun dari kami yang memenangkan satu dari sekian banyak hadiah. Mulai dengan tidak mengikuti rute yang semestinya, trus pada saat orang-orang berpanas-panasan depan panggung menunggu undian, kami duduk-duduk di bawah pohon mendengarkan pengumuman dari jauh. Pikirku, semua itu butuh pengorbanan. Dan yang paling hebat adalah foto perempuan tadi terhapus dari BB temanku. hahaha.. lengkaplah sudah.
Kemudian kami pun pulang, pada saat berjalan menuju parkiran motor, kami melihat perempuan tadi di seberang jalan bersama dengan seorang laki-laki. Mungkin pacarnya. Huaaaaahahaha.. bertambah lengkaplah semuanya. Untuk mengobati sedikit lelah, sebelum balik ke kost masing-masing kami singgah sebentar minum es kelapa muda. Segarnya mengobati sedikit kekecewaan kami, kecewa karen tidak menang undian, dan kecewa karena perempuan tadi sudah punya pacar... hahaha...
#pelajaran: setiap hal butuh perjuangan, usaha, dan juga kejujuran. Juga jangan suka mencela ^^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar