Hal ini menyebabkan banyaknya warga yang marah-marah, mengomel karena pemadaman listrik yang berdurasi sekitar 2 jam di beberapa wilayah tertentu.
Hujatan pun mengalir deras di facebook, twitter, oleh para penggunanya masing-masing. Dan kebanyakan yang mengomel adalah mahasiswa karena tugas kuliahnya menjadi terbengkalai. Dalam sudut pandang saya, sebagai mahasiswa, kita tidak perlu mengomel, menghujat bahkan sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh mahasiswa sebagai kaum intelek. Karena mereka harusnya bisa berpikir bahwa memperbaiki yang terbakar itu membutuhkan waktu yang tidak singkat dan tidak hanya dengan simsalabim.
Mungkin karena banyaknya protes dari berbagai kalangan, akhirnya dari pihak PLN pun mengeluarkan pengumuman seperti ini:
"Mulai hari ini, pemadaman listrik secara bergilir sudah ditiadakan, dan digantikan dengan penyalaan listrik secara bergilir. Terima kasih"

0 komentar:
Posting Komentar