Finally, it's done di 13 Februari 2013. Yah, langkah pertamaku menuju akhir studi S1 selesai kemarin. Seminar proposal akhirnya kulalui juga. Banyak cerita kemarin, dan banyak pula pelajaran yang bisa kupetik. Semoga hidupku bisa lebih bermakna lagi dengan memperoleh banyaknya pembelajaran di setiap hariku.
Menunggu, lelah, perjuangan, hujan, coretan, perbaikan, tantangan, bahkan sampai dumba' pun jadi pelajaran yang begitu berharga bagiku kemarin. Bahkan sampai saat menuliskan ini pun, jantungku masih berdegup kencang. Mungkin masih terbawa suasana kemarin.
Seperti inilah ceritanya...
Pagi kemarin kuawali hariku dengan mengirim pesan kepada Pembimbing I, II dan Pembahas I, II-ku untuk mengingatkan dan memohon kehadiran mereka di sidang komisi proposal penelitianku pada pukul 13.00. Ya, diantara keempat itu, hanya pembahas II-ku yang membalas pesanku."Insya Allah on time nak". Begitu isi pesannya. Yah, aku menemukan sedikit sisi yang berbeda dari dosenku yang satu ini di balik sikap dinginnya yang kadang membuat jantungku berdegup begitu kencang seperti saat menyerahkan undangan dan proposal penelitianku pada beliau. Saat, menyerahakan undangan dulu, hanya ada sekitar 3 kata yang terucap dari beliau. "Ya.. Jam berapa?". Itu saja. Mungkin beliau sedang mengajarkanku untuk bicara seperlunya saja. Cukup membicarakan dosenku yang satu itu. Sepertinya beliau jadi salah satu dosen idolaku. Serius...
Sedianya, menurut jadwal, seminar proposalku harusnya berlangsung mulai pukul 13.00 WITA sampai pukul 14.00 WITA. Tapi, selalu begitu. Jadwal hanya tinggal jadwal. Tak pernah berjalan seperti semestinya karena faktor ini dan faktor itu. Terutama faktor ketidakbecusan panitia seminar dalam mengatur jadwal. Ya, memang aku sering menyoroti kinerja mereka yang tidak becus itu. Sebagai permakluman, mungkin mereka tidak pernah berorganisasi semasa kuliahnya dulu. Kasihan mereka.
Jadwal seminarku yang sedianya pukul 13.00 pun akhirnya molor. Molornya pun tak tanggung-tanggung, hingga tiga jam lebih. Hampir empat jam malah. Hal ini, disebabkan oleh (kok, kayak lagi ngebahas rumusan masalah ya?) banyaknya anak bimbingan dari pembimbing I-ku yang seminar hari ini di waktu yang semuanya hampir bersamaan (baca: yang ngurus jadwal gak becus). Ada yang seminar proposal, ada juga yang ujian meja. Bahkan, ada pula beberapa mahasiswa yang ingin konsultasi dengannya membuat emosi seolah meningkat drastis (apa tak liat jadwal klo hari ini khusus untuk seminar?). Emosiku memang sedikit tak terkontrol karena tak ada makanan yang masuk ke perutku sejak pagi tadi (sebenarnya sih ada, sebungkus roti yang dengan susah payah kutelan dan kupaksakan agar perutku tak penuh dengan angin). Memang, sejak empat hari lalu tubuhku meriang, makan gak enak, tidur pun susah membuat kesehatanku drop. Mungkin ini efek ketegangan karena terlalu memikirkan seminar proposalku.
Yah, kemarin aku mendapat pelajaran bersabar dalam menunggu, berjuang lari naik turun lantai 2 lantai 1 hanya untuk mencari pembimbingku agar segera memulai seminar proposalku. Tiga jam lebih aku melakukannya dan akhirnya aku lelah. Pasrah, tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Kalaupun nanti aku 'dibantai' dalam seminar proposal, terserah, aku tak peduli lagi. Semua yang ada dalam otakku pun sudah menguap. Sepertinya aku betul-betul diuji kemarin. Saat jam sudah menunjukkan pukul 16.17, akhirnya pembimbing I-ku pun selesai begitu juga dengan pembahas I-ku. Tak ada lagi jadwal seminar yang mereka harus hadiri. Ketika aku kembali memanggil pembahas II-ku untuk yang kedua kalinya, jawaban tak terduga pun muncul. Beliau hanya mengatakan mau shalat ashar dulu, sembari merapikan tasnya, keluar dari ruangannya dan menguncinya. Dan akhirnya, beliau pun pergi tanpa ada kejelasan akan kembali lagi setelah shalat ashar atau tidak. Aku bersama dosen pembimbingku dan seorang pembahasku pun menuju ruangan seminar. untuk segera memulai seminar proposalku. Sebelum memulai, pembimbingku bertanya padaku tentang apa yang disampaikan tadi oleh pembahasku yang satu. Dan, kusampaikan jika beliau ingin shalat ashar dulu. Pembimbingku pun lalu bertanya pada seorang pembahasku yang juga ada ruangan itu, "sudah shalat pak?" Belum, kata beliau. pembimbingku pun belum shalat ashar. Aku juga. Dan akhirnya, kami bersepakat untuk shalat ashar dulu sebelum memulai seminar proposalku dan berharap pembahas II ku tadi akan kembali ke kampus.
Setelah shalat ashar, aku pun bergegas kembali ke ruangan seminarku, sembari menunggu kedua dosenku tadi. Tak lama, aku kembali ke lantai 1, menunggu dosenku di dekat ruangannya. Siapa tahu ada hal-hal tak terduga lagi yang terjadi. Tapi, alhamdulillah ternyata tak ada. Setelah shalat ashar kedua dosenku tadi pun beranjak menuju ruangan tempat dimana seminar proposalku akan dilangsungkan.
Unpredictable...
Mungkin itu adalah ungkapan yang cocok ketika aku selesai mempresentasikan proposal penelitianku. Pembahasku pun mulai mengoreksi satu persatu lembaran proposalku dan yang aku tulis di dalamnya, dimulai dari latar belakang, kerangka pikir dan terakhir metode penelitian. Singkatnya, setelah tanya jawab denganku dan berdiskusi dengan pembimbingku akhirnya keputusannya dan rekomendasi dari sidang komisi proposalku pun menyatakan bahwa judul penelitianku diubah yang sebelumnya tentang pengembangan media berbasis website menjadi berbasis macromedia flash. Memang yang berubah hanya kata 'website' menjadi 'macromedia flash'. Tapi, itu sama saja dengan mengubah hampir keseluruhan isi proposal dan rancangan penelitianku. Aku menerimanya. Bukan karena aku tak bisa mempertahankan proposalku, melainkan alasan-alasan yang dosen-dosenku kemukakan itu memang rasional dan lagipula aku menyukai macromedia dan aku akan belajar tentang itu. Hal positifnya tentu saja ilmuku akan bertambah lagi. Teringat kata-kata dosen pembimbingku kemarin, katanya seperti ini "bukannya ingin menyulitkan, hanya saja kami juga tidak ingin jika mahasiswa kami selesai disini dengan karya yang setengah-setengah". Aku bersepakat dengan itu, aku mengiyakannya karena memang sejak awal aku ingin menyelesaikan studi disini dengan menghasilkan karyaku sendiri, bukan dengan 'jalan pintas'. Yah, jenis penelitian yang kupilih memang jenis penelitian R&D atau jenis penelitian pengembangan yang sebenarnya setara dengan penelitian S2, apalagi penelitian ini tentang mengembangkan media, berhubungan dengan IT meskipun jurusanku adalah jurusan biologi. Aku suka. Karena, akhirnya aku punya banyak warna dalam waktuku berproses menjadi makhluk yang Insya Allah lebih baik lagi. Dan, sekali lagi aku senang dengan hasil ini. Meskipun bagi sebagian orang, mereka menganggap ini sebagai musibah karena dengan kata lain aku harus memulai dari nol lagi. Tapi, kupastikan pada kalian, aku menikmatinya.
Setelah setengah jam lebih berlalu. Sudah terlihat tanda-tanda bahwa sidang komisi proposalku akan segera berakhir. Tapi, kemudian pembahasku tadi yang pergi shalat ashar akhirnya datang juga. Pembimbingku pun menyampaikan tentang hasil-hasil seminarku, tentang penggantian judulku dan semuanya. Beliau pun setuju dan hanya menambahkan beberapa saran padaku dalam melakukan penelitian nantinya. Aku menerimanya. Tentu saja itu demi kebaikanku. Setelah beberapa saat, kami berempat pun bersepakat di dalam ruangan berukuran kurang lebih 3x6 meter dengan cat putih itu. Tentu saja di jelang magrib. Dan di iringi dengan hujan. Ya, hujan. sekali lagi memberiku cerita hari ini.
Oh iya, Kamu. aku tak mungkin lupa bercerita tentangmu. Tentang kamu yang kemarin mengenakan baju berwarna merah dan kerudung warna merah. Ah, kamu begitu cantik dan manis (meskipun memang selalu seperti itu ketika aku bertemu denganmu). Kamu tahu, jantungku lebih berdetak kencang ketika berada didekatmu dibandingkan saat-saat jelang seminarku dimulai. Tentu saja. Tapi, terima kasih untukmu hari ini. Karenamu, keteganganku sedikit teralihkan dari hingar bingar kampus dan saat-saat jelang seminarku. Kamu selalu saja mampu menenangkanku, meski tanpa sepatah katapun. Bercerita tentangmu hanya akan menambah panjang cerita tentang ini. Makanya, kucukupkan sampai disini saja. Karena tentangmu, akan kuceritakan dibagian yang lain. Untukmu yang selalu beriring hujan dan selalu kurindukan. N.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar