Minggu, 25 Maret 2012

Cerita di Balik Hujan


                Selalu ada cerita di balik hujan. Mulai dari cerita tentang tumbuhan yang diberi kesegaran hingga bebatuan yang terkikis oleh airnya sedikit demi sedikit. Bagiku, kau adalah hujanku. Makanya ceritaku tentang hujan tak pernah habis. Begitu juga tentangmu.
                Kemarin, adalah hari pertama aku melihat sosokmu sejak kepergianmu beberapa waktu lalu. Lelah yang kurasa setelah berjalan selama dua puluh menit seolah terbayar dengan melihat senyum yang selalu kurindukan itu. Manis sekali. Dan sekali lagi, itu membuatku sempat mematung dan merasakan sensasi hujan membasahi sekujur tubuhku. Sejuk sekali.
                Aneh dan bodoh sekali diriku saat itu. Mengapa tak pernah bisa kuberanikan diri untuk menyapamu. Ya, bahkan untuk sekadar menyapamu pun aku tak punya keberanian. Sempat kupikir, mungkin kau punya ilmu sihir yang bisa membuat lidahku keluh saat melihatmu. Sehingga aku yang merasa cerewet ketika bersama teman-temanku tiba-tiba seolah terkena kutukan menjadi seorang pendiam dan membatu.
                Bodoh. Tak hentinya aku mengutuki diriku sendiri. Sampai kapan harus seperti ini? aku rindu… aku merindukan suaramu. Aku tahu, rasa ini adalah anugrah dari yang kuasa yang tak kutahu bagaimana, sejak kapan dan dari mana asalnya. Yang kutahu, aku merindukanmu. Titik.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;