Rabu, 09 Oktober 2013

[2]

"Yang ada sekarang hanya sisa hujan, jejak basah yang sebentar lagi mengering, dan petrichor yang sebentar lagi juga akan menguap hilang di telan terik. Jadi, untuk apa aku tinggal? Tak ada lagi hujan disini. Lagipula aku tak menginginkannya".

Tentu saja aku berucap sendiri, tanpa kata. Hanya tatapan kosong pada senja di langit barat yang sebentar lagi juga akan hilang di telan gelap. Kelam. Kupejamkan mata, kutarik nafas panjang dan kemudian tersenyum. Lalu kubuka mata. Semua masih sama dalam pandanganku. Hanya perasaanku saja yang berbeda. Merasa jauh lebih baik.

"Akhirnya ya... kamu bisa juga melakukannya. Lepas dari tahun-tahun yang tak tentu. Lepas dari waktu yang kadang habis tak berguna. Kamu bisa melakukan itu seterusnya. Menikmati hidupmu dan membahagiakan orang-orang di sekitarmu yang memang seharusnya kamu lakukan dari dulu".

Aku bodoh, tapi aku bisa belajar banyak dari itu semua. Dari apa yang telah terjadi padaku. Dari sekian waktu yang telah kujalani. Aku puas, begitu banyak pelajaran berharga untukku. Juga menjadi proses pendewasaan bagiku. Semoga.

"Oia, jika esok atau entah kapan kamu merasa gundah atas apa yang terjadi padamu, datang lagi lah kesini. Cukup diteras ini, pada saat senja menjelang. Lakukan lagi hal yang sama, pejamkan matamu, tarik nafas panjang, tersenyum, dan kemudian buka matamu. Dan kamu akan sadar, bahwa semua akan baik-baik saja dan segalanya akan berlalu seperti berlalunya hari ini".


0 komentar:

Posting Komentar

 
;