Mari sini sejenak. Mungkin beberapa jenak. Duduk di sampingku. Aku ingin bercerita banyak hal denganmu. Iya, banyak sekali. Tentang mimpiku, tentang harapku. Dan semoga saja aku tak bercerita tentang keluh dan resahku. Apa kamu ingin mendengarku? Jika pun tidak, tak apa. Biarkan saja aku sendiri disini.
Beberapa hari terakhir, aku masih memikirkanmu. Iya, padahal aku tidaklah mengenalmu. Bisakah kamu beralih dari imajiku? atau mungkin masih ingin disana mengukir senyum, meninggalkan jejak yang tak mudah hilang. Segala rindu lah, segala harap lah, dan segalanya yang seolah tampak bersatu serasa ingin membunuh. Yah, membunuh rasa.
Oh iya, maaf. Kadang aku terbawa suasana. Tadi aku ingin bercerita tentang mimpiku kan? Baiklah, kamu masih ingin mendengarku? Terima kasih atas kesediaanmu. Ah, iya aku punya mimpi lebih tepatnya impian menjadi seseorang yang menjelajahi negeri yang indah ini, melihat segala keragamnya dan kemudian menyampaikan pada dunia tentang negeriku. Aku juga ingin membuat sebuah sekolah dimana anak-anak yang bersekolah didalamnya bebas berkreasi, berekspresi, hingga kemudian menjadi anak-anak bangsa yang patut dan layak dibanggakan.
Tentang harap, aku masih punya banyak harap yang menggunung. Tak perlu bercerita padamu, takutnya kamu bosan mendengarnya. Salah satunya sih, aku berharap bisa mengenalmu di kemudian hari. Entah kapan waktunya tiba. Semoga saja ada waktu yang tersisa untuk itu.
"Kamu, siapa?"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar