29 Oktober, sehari sebelum tanggal lahirku berulang untuk yang ke-26 kalinya. Sudah tiga malam terakhir ini hujan turun di desaku. Sore ini pun gerimis kembali datang, membawa beberapa keping kenangan tentangmu, perempuan hujan yang banyak menjadi tokoh dalam tulisan-tulisanku.
Beberapa bulan terakhir aku sudah jarang menulis. Blog ini pun mungkin sudah berdebu gara-gara jarang dijenguk oleh empunya. Aku kehilangan roh tulisan, sepertinya aku kehilangan sosokmu dalam tulisanku. Tapi, sore ini kita bertukar kabar. Aku senang mendengar kabar darimu, meski aku cukup merindu juga akan senyummu. Tapi apalah daya, jarak dan waktu seolah memisahkan kita di masing-masing ujung dunia.
Memang, kisah tentangmu telah kusimpan rapi dalam sebuah ruangan di hatiku yang pintunya telah kukunci rapat. Hanya sesekali kubuka untuk melihat-lihat figura-figura tentang beberapa waktu yang kita lalui bersama. Hanya dengan melihatnya pun aku tersenyum, seolah melepas penat yang membebani pikiranku beberapa minggu belakangan ini.
Kita banyak bercerita sore ini meski hanya lewat aplikasi BBM yang dimulai dengan 'PING!!!' , mengingat hal-hal 'aneh' yang pernah kulakukan untukmu. Aku senyum-senyum sendiri dalam kamarku, meski tak ada lagi rasa seperti yang dulu pernah ada. Lagi-lagi aku meng-aneh, menanyakan buku yang pernah kuberikan padamu sebagai kado ulang tahun, dengan selembar surat yang kuselip di dalamnya. Ah, malu rasanya jika mengingat apa yang kutulis dalam surat itu. Tapi, setidaknya hal itu bisa kita tertawakan bersama hari ini setelah lebih dua tahun berlalu.
Aku bahagia pernah mengenalmu, pernah menyimpan rasa terhadapmu. Meski rasa itu tak pernah berani kuungkap langsung padamu hanya karena tiba-tiba jantungku berdegup kencang ketika di dekatmu. Hahaha...
Hei... terima kasih untuk sore ini, kuanggap ini sebagai kado prematur di ulang tahunku yang ke-26 esok.
Terima kasih untukmu perempuan hujan, perempuan yang pernah kupanggil dinda, perempuan yang pernah kusebut cinta.
Entah kenapa aku menulis lagi sore ini karenamu. Mungkin, jika nanti waktu mempertemukan kita kembali, kita akan tertawa bersama, terbahak-bahak. Hahaha...
Note: Jangan lupa mengabariku jika telah ada seorang laki-laki yang datang meminangmu nanti. ^_^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar