Derai lembut angin berteman hujan menerpa wajahku. Tersenyum aku merasanya. Aku merasakan hadirmu di hujan yang mulai kembali saat senja kembali menyapaku. Hingga senja berlalu, hujan tetap setia menemaniku. Ia sepertinya paham akan kerinduanku. Pada hujan dan tentunya padamu.
Kemarin, sengaja kutitipkan rinduku pada senja. Berharap hujan kan datang, meski lebih menyimpan harap hujan datang membawamu bersamanya. Masih dengan hujan, aku bercerita tentangmu yang belakangan sepertinya berubah atau mungkin itu hanyalah prasangkaku. Tak ada kabarmu beberapa hari terakhir. Sampai ketika hujan tadi sedikit mereda. Apa yang kuharap, akhirnya benar terjadi. Kamu datang bersama hujan. Meski bukan dalam wujud. Tapi, itulah yang meyakinkanku bahwa ternyata kamu masih disana. Berdiam dengan tenang dalam hatiku. Tak terusik.
Ini masih Maret. Penghujung hari terakhir di bulan Maret lebih tepatnya. Hujan yang seketika menderas sore tadi, seolah ingin mengantarkanku kepada malam dan esok yang baru. Hari baru di bulan yang baru. Tapi, tentangmu tak pernah berganti. Tak peduli hari berganti minggu sampai berganti bulan. Yakin, hatiku masih untukmu.
Esok, Maret telah berganti April. Sang waktu tiba-tiba menamparku dengan kerasnya. Mencoba menyadarkanku akan kewajiban yang kulalaikan. Ah, Maret telah berlalu ternyata. Pokoknya, esok tak boleh lagi ada kata 'esok'. Kapan lagi harus kulakukan? Masih banyak mimpi yang harus kuwujudkan. Juga mimpiku tentangmu. Tak lagi kata dan tak ada lagi waktu untuk bersantai. Ini pilihanku.
Terjebak dalam posisi mencintaimu tak pernah kusesali. Karena selalu ada rindu yang teramat indah jika rasa ini kugadaikan. Yah, untukmu, yang mungkin tak pernah membaca ini. Terselip harapku agar kamu mendoakanku. I need your support, seriously. Jikapun tidak, aku tetap akan berusaha sendiri. Kulakukan ini juga untukmu. Semoga semua bisa kuwujudkan.
Terakhir, terima kasih kepada hujan yang telah memberiku sore yang indah ini. Dengan derasnya membasuh rinduku padamu. Dan terima kasih pula telah mengantarkanmu kembali sore ini. Ya, aku merindukanmu. Dengan rindu yang tak berujung dan tanpa jeda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar