Pagi yang gila mungkin. Tapi aku suka. Aku selalu menikmatinya. Mengawali pagiku dengan bercanda denganmu meskipun hanya melalui pesan singkat. Ini waktu yang selalu indah untukku. Entah untukmu. Seperti kemarin. Tapi kamu selalu mampu memberi perbedaan di tiap harinya. Dengan candaan yang kadang tak masuk akal sekalipun. Hahaha.. sepertinya aku harus mengakui jika aku gila.
Aku suka ketika kamu pun mulai pintar berlaku amnesia. Seperti yang kadang atau lebih tepatnya mungkin sering kulakukan. Itu berarti untukku. Aku ingat ketika dua malam yang lalu kamu menanyakan padaku bahwa apakah aku merindukanmu? Ah, itu pertanyaan terbodoh yang pernah kudengar. Jawabannya pasti ya. Karena aku sangat merindukanmu. Ketika kamu bertanya lagi apa aku tak sesak nafas terus merinduimu? (mungkin maksudnya nyesekk) Sejujurnya, aku memilih sesak merindukanmu ketimbang harus melupakanmu. Itu saja. Tapi aku tak mengatakannya padamu. Dan pagi ini, kamu sukses membuatku rinduku semakin menggila.
Tak banyak yang bisa kutulis tentang pagi ini, karena aku masih ingin menikmati kegilaanku. Karenamu. Semalam kutitipkan rinduku pada bulan sabit, semoga ia menyampaikannya padamu. Jika pun ia tidak menyampaikannya, pagi ini telah kukirim pesan kerinduan padamu lewat sinar hangat sang mentari. Untukmu. Semoga kamu peka dan dapat merasakannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar