Selasa, 12 Maret 2013

Unpredictable!

Unpredictable!!
Sekali lagi, kamu berhasil membuat jantungku berdegup kencang. Gemetar dalam detik-detik yang seolah melambat. Membuatku kehilangan kontrol atas tubuhku sendiri beberapa jenak. Yah, sekali lagi. Aku beruntung tak mengidap penyakit jantung yang bisa saja membuatku dilarikan ke rumah sakit.

Jadi begini kronologisnya... (ciyeehh.. sok seriusan lagi... :p)
Seperti malam-malam sebelumnya aku sering mengirimkan sms-sms yang bisa dibilang tidak penting. Yah, aku pun melakukannya lagi. Sebenarnya aku tak terlalu peduli dengan isi smsnya, terpenting aku bisa tahu kalau kamu baik-baik saja. Pun jika smsku tak berbalas aku tak peduli. Yah, sejujurnya aku tak pernah benar-benar peduli entah kau peduli akan hadirku atau tidak ataupun tentang keberadaanku. Ah, sudahlah...

Awalnya semua berjalan normal dan baik-baik saja seperti biasa. Aku pun berbalas sms denganmu meski isinya hal yang tak penting sama sekali atau kadang bahkan mengejek. Jujur, aku menikmati momen-momen seperti itu dan terkadang merindukannya. 


Semua berjalan lancar malam itu, sampai ketika kamu menanyakan tentang seseorang yang cukup akrab denganmu. Pun denganku. Orang itu pun tergolong cukup dekat. Yah, kamu menanyakan apakah aku masih sering sms-an dengannya atau tidak. Kemudian kujawab tidak. Karena memang sudah dua minggu lebih aku tak ada komunikasi dengannya. Tentu saja aku bertanya kenapa? kenapa tiba-tiba menanyakannya? Dan jawabanmu adalah hal yang tak pernah kuduga sebelumnya. Ya, kamu bilang jika aku cocok dengannya. Dan aku pun tertawa hahaha... (meski dalam hatiku ada sedikit yang mengganjal).

Pikirku seperti ini. Mungkin ada dialog seperti di film-film atau sinetron atau FTV, yang seperti ini.. (jadi, selama ini... yang aku lakukan... yang aku katakan kamu anggap apa..?) Hahaha... mungkin seperti itulah batinku berteriak waktu itu. Tapi aku tak mengatakannya padamu. Aku hanya bilang jika aku dengannya adalah hal yang tak akan bisa. Kamu pun melanjutkan tanya, kenapa? Yah, sebenarnya aku tak ingin mengatakannya. Jujur aku takut jika apa yang akan kukatakan, akan merubah sikapmu. Makanya aku bertanya apakah kamu serius ingin mengetahuinya? Pertanyaan itu kuulang sampai dua kali untuk meyakinkan diriku sendiri. Sampai akhirnya kamu mengatakan ingin tahu alasannya.

Kutarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya pelan-pelan. Mencoba mensinergikan antara otak dan hati. Dan juga menyelaraskan degup jantung yang berdebar kencang sejak tadi. Pikirku, yah itu permintaanmu. Dan aku pun telah siap dengan semua konsekuensi jika aku mengatakannya.

Aku pun menjawab pertanyaanmu tentang kenapa aku tak bisa dengannya. Alasannya sederhana, karena aku sayangnya hanya sama kamu, tidak bisa dengan yang lain. Itu saja. 

Dan kemudian hening. Beberapa menit nada dering sms hp-ku tak lagi berbunyi. Aku sadar, mungkin kamu tak percaya dengan apa yang kukatakan. Tapi, percaya atau tidak itu tak penting. Sudahlah, lupakan saja semuanya.

Kemudian aku kembali mengirimkan sms padamu. Aku bilang, "Kamu pasti tak percaya kan? sudahlah, forget it". Disini kemudian unpredictable. Ketika kemudian kamu membalas smsku dan berkata "Iya, aku percaya".


_Kamis Malam di 7 Maret_

0 komentar:

Posting Komentar

 
;