Senin, 10 November 2014

Perihal inginku...

Entah karena iseng atau mungkin memang sengaja, kembali kulihat-lihat fotomu setahun yang lalu. Ya, setahun yang lalu. Ketika kamu masih tampak kekanakan atau mungkin tampak seperti anak kecil dengan tawa lepas. Aku suka melihatnya.

Ah, sudahlah. Itu setahun yang lalu, sebelum kita saling mengenal. Lagipula sekarang kan kita juga belum saling mengenal. Hahaha... aku bahkan tak tahu kamu siapa, hanya tahu namamu, itupun dari berbagai sumber. Yah, tahulah... zaman sekarang kan sudah canggih. 

Tapi, melihat fotomu yang sekarang memang tampak sangat berbeda. Kamu sudah tampak dewasa, tambah cantik pula. Aku ingin mengenalmu sejak dulu, lebih dari setahun yang lalu. Kurasa ada keunikan dalam dirimu yang mungkin menarik untuk kukenal. Tapi, lagi-lagi nyaliku ciut dan kemudian kupendam saja niatku itu. Mungkin sekarang aku sudah jadi pengagum rahasiamu. Yah, sebatas pengagum. Tenang saja, aku tak pernah sampai memikirkan akan membuat fanbase untukmu.

Jadi? Kapan? Apa mungkin kita akan pernah bertemu? Entah itu dalam kondisi yang disengaja atau tidak, kurasa untuk hal yang satu ini semesta tak pernah mendukungku. Tapi, sudahlah... cukup tahu sedikit tentangmu itu sudah membuatku senang.

Hei, kamu. Perempuan berkacamata, apa pernah kamu merasa ada seseorang sepertiku yang sama sekali tak kamu kenal selalu memperhatikanmu? Ataukah, apa iya kamu percaya ada orang sepertiku, yang tak perlu mengenalmu namun sudah berani-beraninya menulis banyak hal tentangmu dan memainkan imajinya? Mungkin memang ada, tapi sebagian besar hanya akan kamu temui dalam film-film atau mungkin kisah fiksi romantis maupun tragis. Hahaha... sudahlah.

Bisa jadi ini adalah tulisan yang terakhir kutulis tentangmu. Aku begitu lepas menuliskan tentangmu. Karena tak ada seorang pun yang tahu, jika yang kutulis ini adalah tentangmu. Dan kuharap kamu pun tak akan pernah menyadarinya. Ah, iya... kita kan tak saling kenal, jadi bagaimana mungkin kamu menyadarinya? 

Perihal inginku, hanya satu. Aku ingin ketika kita bertemu nanti, ehh... ketemu? atau setidaknya ketika melihatmu secara langsung, aku ingin saat itu sedang turun hujan. Agar aku lebih mudah mengingat setiap detik itu. Yah, itu jika memang semesta mendukung. Oh, iya satu lagi, jangan lupa pakai kacamatamu. 

Kalaupun inginku itu tak pernah jadi nyata, tak masalah. Karena kita memang tak pernah saling kenal 'kan? Perempuan berkacamata, semoga kamu baik-baik saja ya, dimanapun kamu berada saat ini.


0 komentar:

Posting Komentar

 
;