Malam ini sepertinya aku harus berperang. Perang ini tak lagi bisa terhindarkan. Mereka tak mau mengibarkan bendera putih dan menerima ajakan damai dariku. Aku pun begitu, tak akan menyerah. Tapi, sebagai konsekuensinya, aku harus meracik strategi jitu untuk mengalahkan mereka. Semakin malam mereka akan semakin ganas dan menyerangku secara membabi buta. Tapi, anehnya hanya yang betina saja yang menyerangku. Sedangkan yang jantan hanya jadi pengamat saja. Mungkin juga was-was jika betinanya terbunuh di tanganku.
Perang pun dimulai sekitar jam 10 malam. Amunisiku sebenarnya sudah habis. Hanya tertinggal senjata kosong tanpa amunisi. Tapi, aku yakin bisa memenangkan pertempuran malam ini. Meskipun aku akan kewalahan menghadapi serangan mereka.
Yah, nyamuk-nyamuk betina itu pun mulai beterbangan di sekitarku dengan suara yang sudah akrab di telingaku jika mereka mendekat. Kadang tanganku refleks menyambar mereka yang mendekat atau hanya kibasan pakaian agar mereka menjauh dariku. Nah, di ruanganku ini sebenarnya ada 2 jenis anti nyamuk. Ada anti nyamuk elektrik yang selama ini jadi andalanku tapi malam ini amunisinya habis. Semoga saja nyamuk-nyamuk itu tak tahu. Ada juga anti nyamuk bakar, tapi kupikir jika menyalakannya dapat membuatku sesak karena asapnya. Dan jika telah habis terbakar, nyamuk itu dapat melihatnya dengan jelas dan akan menyerangku.
Sekarang, harus kusiapkan strategi paling ampuh untuk mengusir nyamuk-nyamuk itu. Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya kuputuskan untuk tidak menyalakan anti nyamuk bakar itu. Aku lebih memilih menyalakan anti nyamuk elektrik yang tanpa amunisi itu. Paling tidak lampunya masih menyala dan terlihat merah sehingga nyamuk-nyamuk itu pasti berpikir bahwa aku punya amunisi. Dan, ternyata benar. Nyamuk-nyamuk itu pun berbondong-bondong meninggalkanku. Samar terdengar suara mereka yang terbang ketakutan. Dan aku pun bisa tertidur dengan nyenyak sampai pagi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar