Aku pergi. Bukan, bukan untuk selamanya. Aku pergi karena ini yang terbaik untuk kita. Kurasa. Ada mimpi yang ingin kukejar dan percayalah ini juga untukmu. Kuharap tak ada tangis yang mengiringi kepergianku.
Sebuah keputusan yang telah kupikir matang-matang dan itu sudah bulat. Bukan aku tak memikirkanmu, justru ini karena aku begitu peduli padamu. Bukankah kamu juga punya mimpi yang masih ingin diraih? Kita masih sama, meski jalan yang kita tempuh berbeda. Kuharap di penghujung jalan nanti kita akan bertemu.
Percayalah, aku pergi bersama rasa yang kumiliki untukmu. Selalu. Percayalah, ada mimpi besar yang ingin kuwujudkan denganmu nanti. Karena aku yakin kamu yang terbaik meski jarak menjadi sesuatu yang tak bisa dielakkan.
Banyak hal yang telah kita lalui bersama. Banyak hal yang telah memupuk keyakinanku bahwa kamulah yang terbaik. Semua yang telah kamu lakukan untukku tak pernah bisa tergantikan oleh orang lain. Maka, untuk apa aku berpaling? Hei.., jangan lupa berdoa, agar Tuhan mempertemukan kita nanti.
Sejauh apapun jarak yang memisahkan kita nanti, aku yakin bahwa hati kita akan selalu dekat. Karena aku bukan hanya memiliki dirimu, tapi juga hatimu. Begitu pun sebaliknya. Tak perlu ada ikrar yang terucap. Karena semuanya hanya butuh satu kata. Percaya.
Sampai jumpa. Aku pergi bersama rasa untukmu yang telah dititipkan Tuhan padaku. Percayalah, aku selalu dan akan selalu menjadi milikmu.
Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar