Minggu, 11 Mei 2014

Kapan Kita Bertemu [lagi]?

Tanpa sengaja, kulihat sepasang mata yang sangat mirip dengan matamu. Caranya menatap, begitu teduh. Sepertimu. Dulu. Tapi tentu saja berbeda, dia mengenakan hijab ke seluruh tubuhnya. Aku takut menatapnya terlalu lama, lagipula aku tak tahu namanya siapa. Dan sepertinya lebih baik begitu.

Bukan, sama sekali aku tak ingin menggali lagi rasa yang telah kukubur tentangmu. Hanya saja, aku terkadang rindu untuk bercerita lagi akanmu.

Hai, apa kabarmu kini? lama tak kudengar tentangmu. Aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali kita bertukar kabar. Ingin kutulis sesuatu tentangmu, tapi aku tak pernah lagi mendengar kabarmu, bahkan keberadaanmu. Sehatkah? Baik-baik saja? atau sekarang kamu sibuk apa? Sepertinya tanya itu tak akan menemui jawab. Biarkan saja begitu. Berakhir dengan tanda tanya.

Ah, iya. Hujan. Tadi hujan menderas. Beberapa saat setelah kusadari bahwa sepasang mata orang itu mirip dengan matamu. Konspirasi semesta? kuharap bukan. Semoga memang karena faktor cuaca, atau mungkin aku yang menanggapinya terlalu berlebihan. Hahaha... terkadang aku tersenyum, bahkan tertawa sendiri ketika mengenangmu. Mengenang beberapa keping waktu yang pernah mempertemukan kita, selalu disertai hujan. 

Kita pernah basah, kita pernah berlari bersama ketika hujan turun tiba-tiba. Tapi ada satu hal, kita tak pernah berteduh. Lebih memilih menerobos hujan.

Kapan kita bisa bertemu lagi? akan berbeda rasanya ketika kita bertemu tanpa ada rasa yang pernah kumiliki untukmu. Aku yakin. Mungkin kita bisa saling menertawai apa yang telah lalu, apa yang telah kita lewati bersama, beberapa hujan yang menemani kita. Kurasa itu bisa jadi sebuah hal yang bisa ditertawakan. Apalagi setelah kamu tahu bahwa dulu aku pernah memiliki rasa untukmu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;