Minggu, 05 Januari 2014

Sebuah Kebetulan? [mungkin]

“Sudahlah, kita memang tak pernah ada. Ya, antara kita berdua memang tak pernah ada apa-apa kan?” ucap Adit pada perempuan di sampingnya yang masih tersedu.
“Iya, tapi kan kita sudah lama jalan bersama. Apa memang kamu tak menganggapku apa-apa?” tanya perempuan itu dengan wajah yang sembap.
***
Namanya Dini, perempuan yang dikenal Adit secara tak sengaja dipenghujung tahun lalu. Saat momen pergantian tahun di Pantai Losari. Salah satu tempat teramai di kota Makassar pada saat malam pergantian tahun. Mereka bertemu ketika hujan menderas beberapa saat setelah detik, menit, jam, tanggal, bulan dan tahun tak lagi menunjukkan angka yang sama. Mereka tak sengaja bertemu ketika sama-sama mencari tempat untuk berteduh. Di keramaian orang yang berlarian, di bawah hujan yang menderas mereka bertemu, tanpa ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut keduanya.

Sepertinya takdir Tuhanlah yang mempertemukan mereka malam itu. Karena tak ada tempat berteduh yang mereka dapatkan. Akhirnya mereka mencoba menikmati hujan dimalam yang cukup dingin itu sambil melihat sisa-sisa kembang api yang masih mencoba menerobos hujan. Dan mereka masih saja terlibat percakapan dalam diam.
“Kenalkan, saya Adit, nama kamu siapa?”, tanya Adit memulai percakapan.
“Dini”, jawab perempuan itu singkat.
“Ooh… Dini? Nama lengkap? Dini hari?”, tanya Adit mulai mengoceh. Mencoba membuat suasana lebih akrab dibawah hujan yang mulai reda.
“Bukan, namaku Andini”, jawab perempuan berwajah oriental dan berkacamata itu dengan sedikit tersenyum.
“Sendiri?”, tanya Adit.
“Tidak”, jawab Dini sambil menggeleng.
“Trus? Sama siapa?”, tanya Adit lagi sambil melihat-lihat sekelilingnya.
“Sama kamu, dan itu juga banyak orang”, jawab Dini sambil menunjuk orang-orang yang ada di sekitar mereka yang juga kebasahan.
“Hahaha… bisa iseng juga ya ternyata…”, kata Adit sambil tertawa.
Suasana malam itu menjadi lebih hangat meski telah diguyur hujan. Mereka berdua pun berbincang hangat seolah orang yang sudah lama kenal. Waktu berlalu begitu cepat, tanpa mereka sadari bahwa sudah sejam ternyata mereka berdua berada di tahun yang baru. Yah, waktu telah menunjukkan pukul 01.10 dan angin malam mulai menusuk-nusuk apalagi dengan pakaian yang basah.
“Dini, rumahnya dimana? Belum mau pulang?” tanya Adit.
“Saya tinggal di PK 7, kalo kamu Dit?”
“Saya di Pettarani, kamu pulangnya naik apa?”
“Naik angkot lah, kamu?”
“Naik angkot juga, males bawa motor. Taulah gimana macetnya Makassar kalo malam tahun baru gini…” jawab Adit.
“Ohh… kalo begitu barengan aja pulangnya, sudah mau pulang kan? Atau masih mau tinggal disini?” tanya Dini.
“Sudah, pulang sajalah… ntar saya turunnya setelah flyover saja” jawab Adit.
“Okelah”
“Eh, Din… boleh minta nomer hapenya gak?”

“Boleh kok…” jawab Dini tersenyum.


bersambung...

0 komentar:

Posting Komentar

 
;