Jumat, 18 Januari 2013

Bahagia itu sederhana, bagiku

Bagiku, bahagia itu sederhana. Seperti ketika aku teringat akan senyummu pagi kemarin yang mengawali hariku. Inginku selalu begitu. Entah resep apa yang kau punya sehingga hanya dengan senyuman ditambah dengan beberapa kata, yang terucap dari bibirmu mampu mengubah hariku menjadi lebih dari biasanya atau dengan kata lain luar biasa. 

Yah, pagi kemarin aku terbangun karena pesan singkat darimu. Andai bisa seperti itu setiap harinya. Hingga nanti kau sendiri yang membangunkanku ketika aku terlelap di sampingmu. Bingung, sebenarnya apa yang akan kutuliskan tentangmu, terkadang aku kehabisan kata-kata untuk menggambarkannya. Sama seperti ketika berada dihadapanmu, aku hanya mampu memandangimu tanpa bisa berkata banyak. Ironis, ketika orang lain bertanya tentangmu, maka aku seolah tak pernah kehabisan kata-kata untuk menceritakan segala tentangmu.

Anehnya, meskipun aku sering kehabisan kata-kata di hadapanmu, aku merasa itu adalah percakapan terindah denganmu dalam menit-menit yang tak terdefinisikan. Sulit diungkapkan perasaanku saat itu, membuatku seolah menjadi orang yang kurang waras setelah bertemu denganmu karena bawaannya akan senyum-senyum terus, sepanjang hari.

Sadarku, tak ada manusia yang sempurna. Aku tahu kau juga adalah manusia yang pasti memiliki kekurangan. Tapi, bagiku hanya ada satu kata untukmu. Sempurna.
Semoga esok, masih ada hari-hari dimana aku bisa kembali menemukan senyummu. Senyum yang selalu kurindukan sampai kau mengobati rasa rindu ini. Meski waktu kian terasa sulit. Untukku pun untukmu. Kerena sejujurnya, aku telah memilihmu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;