Sandar, ya... aku ingin bersandar. Sejenak saja, di bahumu. Aku lelah, ingin melepasnya meski hanya sedikit. Ingin kurasakan hembusan nafasmu. Hangat dan lembut jemarimu di pipiku dan perlahan membelai rambutku, pelan dan tanpa kata. Sekarang rasakan, rasakan degup jantungku yang tak menentu ini. Selalu seperti itu ketika di dekatmu. Mungkin, kaulah alasan jantungku tetap berdetak. Yakinku.
Sekarang diam. Lelahku sudah mulai memudar. Pandangi langit malam, menurunkan hujan yang menderas. Rasakan dinginnya. Dingin yang memuncak ditengah kegelapan malam, tapi tatapanmu yang teduh bisa menghangatkanku. Sedikit lagi, aku masih ingin bersandar di bahumu beberapa jenak untuk melepaskan sesakku, resahku, dan keluhku. Meskipun masih dalam diam. Pun denganmu. Menjadikan malam ini indah dengan diam kita, menyelesaikan cerita hanya dengan tatapan mata. Kamu.
Sekarang lihat. Buka matamu dan jauhkan pandangmu ke depan. Lihat? kau lihat mimpiku? ya, itu mimpiku. Mimpi hidup bersamamu. Menjadikanmu nyata dalam gelap dan dingin malamku. Menjadikan bahumu nyata untukku bersandar ketika lelah, sesak, dan resah.
Malam ini, kau tersenyum penuh makna padaku. Hidup, nyata dalam imajiku. Terima kasih untuk hadirmu yang selalu mengisi pikiranku. Pun dengan hatiku. Ini untukmu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar